Tes Swab PCR Deteksi Covid-19, Pakar UGM Jelaskan Faktor Penyebab Hasil Swab Berbeda | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tes Swab PCR Deteksi Covid-19, Pakar UGM Jelaskan Faktor Penyebab Hasil Swab Berbeda
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Tes Swab PCR Deteksi Covid-19, Pakar UGM Jelaskan Faktor Penyebab Hasil Swab Berbeda

SATUKANAL.com, NASIONAL – Beberapa cara guna mendeteksi adanya virus Covid-19 ditubuh, Tes Swab atau Usap menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah metode pemeriksaan yang saat ini paling akurat.

Meskipun hasil tes swab dengan PCR lebih akurat, terkadang pada pemeriksaan tes swab yang dilakukan dalam jangka waktu berdekatan bisa mengeluarkan hasil yang berbeda.

dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp.MK (K) selaku Pakar Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa, hasil uji swab PCR memiliki beragam faktor sehingga menghasilkan hasil yang berbeda, salah satu faktornya ada pada faktor waktu serta prosedur dari pengambilan sampel tes swab tersebut.

“Waktu pengambilan swab yang berbeda bisa memberikan hasil pemeriksaan yang berbeda pula, contohnya, seseorang melakukan tes swab di rumah sakit dan hasilnya positif. Kemudian keesokan harinya kembali melakukan swab PCR di rumah sakit berbeda, namun hasilnya menjadi negatif.” Ujarnya.

Baca Juga :  Viralnya Parodi Lagu Indonesia Raya, Ini Jawaban Kedubes Malaysia

Titik Nuryastuti menjelaskan bahwa, bila hal tersebut terjadi dalam masa inkubasi virus yakni, pada hari ke 2 sampai dengan 14 hari pasca terpapar virus Covid-19, maka kondisi tersebut disebut sebagai negatif palsu. Hal tersebut dapat terjadi karena jumlah virus yang mengalami penurunan dan berada pada ambang bawah deteksi PCR, sehingga pada tes swab tersebut menunjukan hasil negatif.

Pakar FKKMK UGM tersebut juga menjelaskan terkait dengan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil uji swab PCR. Seperti, proses pengambilan sampel, proses penanganan dan transportasi sampel sebelum sampai pada laboratorium, penyimpanan serta proses pengiriman sampel.

Baca Juga :  Isi Chat Viral di Medsos, Perawat dan Pasien Covid-19 Wisma Atlet Akui Seks Sesama Jenis

Terkait hasil perbedaan tes swab yang dilakukan pada laboraturium berbeda, Titik menyampaikan agar masyarakat perlu melakukan pertimbangan bahwa, pemeriksaan tes swab PCR ini dilakukan dalam konteks penelusuran kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Sehingga, apabila hasil tes swab PCR menunjukan positif maka tidak diperkenankan untuk melakukan tes swab PCR ulang dalam waktu berdekatan. Titik Nuryastuti juga menyampaikan “Tes swab evaluasi tidak wajib untuk dilakukan, bila akan dilakukan sebaiknya diambil setelah hari 10,” Tuturnya.

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait