Terserang Hama, Hasil Panen Petani Apel Anjlok - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Terserang Hama, Hasil Panen Petani Apel Anjlok
Apel Petani Desa Pujon Kidul (Foto: Wildan Agta/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Terserang Hama, Hasil Panen Petani Apel Anjlok

Satukanal.com, Malang – Nasib miris diderita petani apel Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Bagaimana tidak, mereka merugi sebesar sepertiga panen dari keadaan normal. Serangan hama panyakit mata ayam dan kutu sisik jadi penyebab utamanya.

“Kalau sudah terkena penyakit seperti ini, sudah tidak bisa dijual. Pengepul tidak mau,” papar Rendi salah satu petani apel daerah sekitar pada Satukanal.com, Kamis (27/5).

Pada saat kondisi panen normal, mereka bisa mendapatkan 12 ton apel. Namun, karena serangan hama ia dipaksa merugi sebanyak 4 ton apel.

Dipasaran kini harga apel mencapai Rp 10 ribu setiap kilogramnya. Dengan kerugian sedemikian besar, ia terpaksa mendapatkan untung yang sedikit, sehingga tidak seperti panen-panen biasahnya.

Baca Juga :  Minggu Depan, Vaksinasi Massal Malang Pakai Drive Thru

Menurut Rendi, keuntungan tersebut makin sedikit karena telah terpotong dengan biaya perawatan tanaman apel yang harus tetap berjalan. “Dapatnya cuma sedikit. Bisa memutar keuntungan saja sudah Alhamdulillah,” tambahnya.

Meskipun begitu, dirinya tetap optimis dengan hasil panen apel berikutnya. Apalagi memasuki musim kemarau yang sudah menyambut. Kualitas apel akan lebih baik, karena tidak terlalu banyak memiliki kadar air.

Saat musim kemarau tiba, penyakit pun tidak mudah menyerang tanaman apel milik para petani. Rendi mengatakan, setelah diberikan mess A nantinya, tinggal meneruskan perawatan dengan fungisida. Maka kedepannya hasil panen akan lebih baik dan keuntungan pun turut meningkat.

Baca Juga :  Polres Batu: ke Batu Alasan Tidak Jelas, Putar Balik!

Sementara itu, Biaya perawatan semua ditanggung secara pribadi. Belum ada bantuan khusus dari Dinas Pertanian Kabupaten Malang. Dinas terkait hanya memfasilitasi pembuatan grup berisi para petani apel. Sebagai tempat sharing atau berbagi informasi satu sama lain.

Kedepannya, Rendi berharap agar pemerintah bisa mendengarkan keluh kesah para petani secara langsung. “Siapa tahu jika dinas bisa turun langsung ke lapangan. Karena disini masyarakat masih awam dengan berbagai penyakit yang menyerang dan seperti apa penanganannya,” tutupnya.

 

 

Pewarta : Wildan Agta 
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait