Ternyata Ini Biang Kerok UMKM Indonesia Susah Ekspor - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ternyata Ini Biang Kerok UMKM Indonesia Susah Ekspor
BERITA

Ternyata Ini Biang Kerok UMKM Indonesia Susah Ekspor

Satukanal.com, Malang – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia dianggap susah untuk melakukan ekspor. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sulitnya UMKM dalam negeri untuk ekspor didasari oleh beberapa penyebab. Menurut Sri Mulyani, terdapat lima hal yang menjadi penyebabnya, antara lain :

1. Masalah legalitas

  • Minimnya pelaku UMKM terhadap pemahaman legalitas
  • Masalah nomor pokok wajib pajak (NPWP)
  • Terkait pentingnya nomor induk berusaha hak atas kekayaan intelektual (HAKI)
  • Izin prosedur ekspor-impor

2. Akses pembiayaan

Sri Mulyani mengatakan banyak UMKM nasional yang masih sulit mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan atau perbankan nasional. Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional sulit berkembang.

3. Pendampingan

Menurut Sri Mulyani, pendampingan UMKM sangat penting dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing produk.

Baca Juga :  Resmi Dilantik Jadi Ketua DPRD Kabupaten 2019-2024, Darmadi : Tugas sudah menanti

4. Masalah produksi

Minimnya standarisasi produk juga menjadi penghalang UMKM Indonesia menembus pasar global. “Pada area produksi, minimnya standar produk sesuai standar global menjadi penghalang bagi UMKM untuk bisa menembus pasar global. Terjadi inkonsistensi dan tidak kontinuitas dari produksi dan kualitas dari produknya,” tuturnya.

5. Masalah pemasaran

Terbatasnya informasi UMKM terhadap peluang pasar menjadi salah satu penyebab produknya sulit menembus pasar global. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga membuat daya saing produk UMKM nasional rendah.

Sementara itu, ketidakkonsistenan UMKM dalam memperbaharui atau mengupdate produk dalam market place juga menjadi salah satu faktor. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga membuat daya saing produk UMKM nasional rendah.

“Indonesia saat ini terus membangun national logistik ekosistem dan investasi di bidang infrastruktur untuk menciptakan konektivitas agar daya saing untuk distribusi dan logistik bisa menurun,” ujar Sri Mulyani.

Baca Juga :  Desa Tunjungtirto Jadi Role Model Suksesnya PPKM Mikro di Kabupaten Malang

Dikatakan Sri Mulyani, Indonesia sedang menjalin hubungan dengan banyak negara untuk menyelesaikan free trade agreement (FTA). Diharapkan dengan perjanjian ini, banyak UMKM nasional yang menjadi eksportir.

Selain itu, Sri Mulyani juga menjelaskan UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, terutama dalam menyediakan dan menyerap tenaga kerja.

Sehingga, UMKM harus menjadi perhatian pemerintah, agar produktivitas mereka meningkat. Pemerintah pun selalu mendorong produk-produk UMKM bisa tersebar di kancah internasional.

“Melalui berbagai upaya, maka UMKM Indonesia diharapkan memiliki kepercayaan diri, pengetahuan dan siap berkompetisi di pasar-pasar global. Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah, bagaimana untuk menyederhanakan dan UMKM harus memperhatikan legalitas,” jelas Sri Mulyani.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska 
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait