Terminal Kepuhsari Jombang Lengang, Hanya Bus Antar Kota yang Beroperasi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Terminal Kepuhsari Jombang Lengang, Hanya Bus Antar Kota yang Beroperasi
Operasional angkutan umum dikurangi kurang lebih 70 persen selama PPKM Darurat (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Terminal Kepuhsari Jombang Lengang, Hanya Bus Antar Kota yang Beroperasi

Satukanal.com, Jombang Sebagai dampak PPKM Darurat, operasional angkutan umum di terminal Kepuhsari Jombang menurun drastis. Sesuai kebijakan pemerintah, operasional angkutan umum dikurangi hingga 70 persen.

Pantauan Satukanal.com, terminal Kepuhsari tampak lengang. bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terparkir di area terminal. Keluar masuknya kendaraan umum ke terminal juga minim. Ruko di terminal juga tutup, hanya ada beberapa tukang becak dan pedagang asongan yang berada disana.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang Hartono mengatakan, pengelolaan bus di terminal merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hanya bus antar kota yang beroperasi, namun jumlahnya dikurangi secara drastis.

Baca Juga :  Masjid Agung Kota Batu Tiadakan Sholat Ied

“Bus PO Bagong masih beroperasi. Setiap PO selama PPKM Darurat mengurangi operasi bus nya,” ucapnya saat dikonfimasi wartawan pada Senin (19/7/2021).

Hartono menjelaskan, selama PPKM Darurat berlangsung, kapasitas kendaraan umum memang dikurangi minimal 70 persen. Selama PPKM Darurat ini, ia menyebut kendaraan umum yang terpantau beroperasi jumlahnya tidak kurang dari 50 persen saja.

Selain bus, kendaraan umum lainnya seperti angkutan kota dan angkutan desa juga terpantau jarang masuk ke terminal selama PPKM Darurat. “Lyn dan angkudes tidak masuk ke terminal,” katanya.

Baca Juga :  Isu Vaksin Campuran Meroket, Ketua IDI Jombang: Malah Memperkaya Imun Tubuh

Kendaraan umum yang masih masuk terminal biasanya Elf dengan jurusan berbeda. “Bisanya Elf jurusan Jombang-Babat sama Jombang-Pare,” tambahnya.

Meskipun masih ada beberapa kendaraan umum beroperasi, Hartono menegaskan bahwa armada yang beroperasi di lapangan jumlahnya menurun, tidak lebih 50 persen. Itu semua terjadi karena sebelumnya sudah ada himbauan agar kapasitas dibatasi 70 persen selama PPKM Darurat.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait