Terjerat Kasus Korupsi, Eks Ketua KONI Jombang Divonis 1,5 Tahun Penjara - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Terjerat Kasus Korupsi, Eks Ketua KONI Jombang Divonis 1,5 Tahun Penjara
Tito saat menjalani sidang secara virtual (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Terjerat Kasus Korupsi, Eks Ketua KONI Jombang Divonis 1,5 Tahun Penjara

Satukanal.com, Jombang – Mantan Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Jombang, Tito Kadar Isman terdakwa kasus korupsi dana hibah pada Desember 2020 divonis hukuman 1,6 tahun penjara.

Penetapan itu sesuai dalam tuntuan dalam sidang virtual yang digelar Pengadilan Tipikor Surabaya pada Kamis (5/8/2021). Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Jombang Salahuddin membenarkan hal tersebut. Eks Ketua KONI, Tito Kadar Isman dijatuhi hukuman penjara 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar 50 juta subsidi 3 bulan.

“Vonisnya lebih tinggi dari tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum yaitu 1 tahun 3 bulan,” ucapnya saat dikonfimasi pada Jumat (20/8/2021).

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Belum Menyeluruh

Sementara itu menurut Salahuddin, sebagai uang pengganti akibat kerugian negara telah dibayarkan oleh pihak terdakwa Tito.

Dalam persidangan yang digelar secara virtual tersebut pihak terdakwa telah menerima putusan tersebut. Sedangkan pihak JPU memberikan pernyataan untuk pikir-pikir terlebih dahulu.

“Partitur terdakwa menerima putusan tersebut. Untuk pihak JPU memberikan tanggapan pikir-pikir dulu karena kami dalam kurun waktu yang ada kami harus melaporkan ke pimpinan dahulu,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, eks Ketua KONI Jombang Tito Kadar Isman terjerat kasus dana himbah yang menimpanya pada saat masih menjabat sebagai ketua KONI Jombang periode 2017-2019. Tito terbukti bersalah dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 275.927.950.

Baca Juga :  Hikmah PPKM, Angka Kecelakaan di Banyuwangi Turun Drastis

Kasus dana hibah KONI sendiri, naik ke tingkat penyidikan dibuktikan dengan terbitnya Sprindik (Surat perintah penyidikan) nomor 02/F.5.25/FD.1/09/2020, per tanggal 21 Sepetember 2020.

Penaikan status penyidikan ini berdasarkan pemeriksaan dan dokumen yang dimiliki Kejaksaan. Dari pemeriksaan dokumen secara detail, pihak Kejaksaan menemukan unsur kerugian negara sekitar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.

 

 

Pewarta: Anggit Puji|
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait