Terjadi di Februari, 5 Fenomena Langit Ini Bisa Disaksikan Secara Kasatmata - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Terjadi di Februari, 5 Fenomena Langit Ini Bisa Disaksikan Secara Kasatmata
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Terjadi di Februari, 5 Fenomena Langit Ini Bisa Disaksikan Secara Kasatmata

SATUKANAL.com, NASIONAL– Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) merilis daftar fenomena langit atau astronomi yang terjadi mulai 18 Februari hingga sepekan kedepan. Fenomena langit tersebut bisa diamati secara kasatmata dengan catatan kondisi cuaca yang mendukung yakni tidak berawan dan terang.

Dalam unggahan akun instagramnya @lapan_ri, terdapat 5 fenomena langit yang bisa disaksikan. Disebutkan bahwa kelimanya memilki keunikan masing-masing yang tidak bisa disamakan satu sama lain. Untuk lebih lengkapnya, berikut ulasannya:

1.Apoge Bulan pada 18 Februari

Apoge Bulan merupakan konfigurasi ketika bulan terletak paling jauh dengan bumi. Apoge Bulan dapat disaksikan saat terbit pukul 11.00 waktu setempat dari arah timut-timur laut, berkulminasi di arah utara sekitar pukul 17.00 waktu setempat, dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Sedangkan pada waktu WIB akan terjadi pukul 17.24.29.Pada saat apoge bulan terjadi, bulan berjarak 404.505 kilometer dari bumi, dan berada di sekitar konstelasi Aries dengan iluminasi 37,4 persen.

2.Konjungsi Segitiga Bulan-Mars-Pleiades pada 19 Februari

Puncal konjungsi Bulan-Mars terjadi pada pukul 07.11.12 WIB dengan suudut pisah 3,73 derajat. Namun, Bulan dan Mars baru dapat disaksikan sejak awal senja bahari (21 menit setelah terbenam matahari) dari arah utara-barat laut dengan ketinggian Bulan sebesar 60,67 derajat dan sudut pisah 5,56 derajat. Bulan juga berkonjungsi dengan Pleiades dengan sudut pisah 5,9 derajat sehingga membentuk konungsi segitigaa antara Bulan, mars dan Pleides.

Baca Juga :  Ini Skuad Pebulutangkis Indonesia di Piala Sudirman 2021

3.Konjungsi Merkurus-Jupiter-Saturnus pada 19-28 Februari 21

Fenomena ini dapat disaksikan ketika pertengahan fajar bahari (30 menit sebelum terbit matahari) dari arah timur-tenggara. Merkurius membentuk konjungsi segitiga bersama Jupiter dan Saturnus sejak 19 Februari higga penghujung bulan. Kecerlangan Jupiter bervariasi cukup kecil antara -1,96 hinggaa -1,97. Sedangkan Merkurius bervariasi cukup besar antara +1,09 hingga +0,2. Untuk Saturnus, kecerlangannya bervariasi antara +0,68 hingga +0,71.

4.Fase Bulan Perbani Awal pada 20 Februari 21

Fase perbani awal adalah salah satu fase bulan saat konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku (0 derajat) dan terjadi sebelum fase bulan purnama. Puncak faseperbani awal terjadi pada pukul 01.47.11 WIB. Sehingga Bulan perbani awal ini baru dapat disaksikan ketika terbit 30 menit setelah tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara menjelang terbenam matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut 30 menit setelah tengah malam.

Baca Juga :  52 KA Lokal di Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi

5.Aphelion Venus pada 20 Februari 21

Aphelion adalah konfigurasi ketika planet berada di titik terjauh dari Matahari. Hal ini disebabkan oleh orbit planet yang berbentuk elips dengan Matahari terletak di salah satu dari kedua titik fokus orbit tersebut. Aphelion Venus kali ini terjadi pada 20 Februari 2021, pukul 15.36 WIB dengan jarak 108,9 juta kilometer dari Matahari. Venus baru dapat diamati di arah timur-tenggara dekat konstelasi Aquarius selama 30 menit sejak pertengahan fajar bahari hingga terbit Matahari.

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

Sumber: Akun media sosial instagram lapan_RI

Kanal Terkait