Terapi Plasma Darah Konvalesen, 5 Hal Penting Yang Wajib Diketahui Oleh Masyarakat - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Terapi Plasma Darah Konvalesen, 5 Hal Penting Yang Wajib Diketahui Oleh Masyarakat
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Terapi Plasma Darah Konvalesen, 5 Hal Penting Yang Wajib Diketahui Oleh Masyarakat

SATUKANAL.com, NASIONAL– Terapi plasma darah konvalesen menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Terapi ini disinyalir dapat membantu mereka untuk melawan covid-19.

Sebelumnya (5/12/2020), topik terkait terapi plasma konvalesen muncul dalam unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar membagikan cuitan salah seorang rekannya tentang himbauan kepada masyarakat untuk mengkampanyekan sedekah darah bagi terapi plasma darah konvalesen.

Ganjar menyebut bahwa terdapat penyintas covid-19 yang mengalami perubahan kondisi tubuh yang membaik setelah melakukan terapi itu. Hal tersebut seakan menjadi angin segar bagi sebagian pasien positif yang tengah menderita covid-19.

Kini, cuitan ganjar itu membuat sejumlah media sosial dan aplikasi percakapan dibanjiri oleh permintaan donor teraapi plasma darah konvalesen. Meski  demikian, untuk mendapatkan donor terapi plasma konvelesen diperlukan syarat yang harusdipenuhi.

Pengertian terapi plasma darah konvalesen

Terapi plasma darah konvalesen adalah metode yang mengacu bahwa seorang penyintas infeksi akan membentuk antibodi di tubuhnya setelah sembuh. Selanjutnya, antibodi tersebut akan disimpan dalam plasma darah seorang penyintas.

Secara sederhana, terapi plasma konvalesen dapat dipahami sebagai transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang tengah mengalami infeksi.

Senada dengan pernyataan Juru Bicara Satgas covid-19 RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto yang mengungkapkan jika terapi darah  plasma konvalesen sebenarnya sudah dikenal sejak lama sebagai sebuah metode terapi. Dengan cara memberikan plasma dari orang-orang yang sudah sembuh dari suatu infeksi diharapkan dapat meningkatkan kondisi pasien menjadi lebih baik serta dapat melawan infeksi yang sedang berlangsung.

Baca Juga :  Kartu Nikah Digital, Kemenag Mudahkan Pasangan Yang Kerap Bepergian

Meski Demikian, menurut Tonang yang dilansir dari caritahu.kontan.co.id menjelaskan penyintas penyakit tersebut harus sudah membentuk antibodi.

Efektivitas terapi plasma darah konvalesen

Melansir dari kompas.com, beberapa laporan menyebutkan jika hasil terapi ini dikatakan cukup baik yaitu sekitar 50 persen pasien penerima terapi mengalami ondisi yang membaik. Tonang menyebut jika metode terapi plasma darah konvalesen digunakan untuk melawan infeksi virus tersebut. Kendati demikian, ada juga laporan lain yang menyatakan bahwa terapi ini tidak mepunyai efek signifikan bagi pasien.

Cara kerja terapi plasma darah konvalesen

Sebagian orang menganggap jika transfusi darah yaitu darah yang diberikan seorang donor kepada pasien. Namun saat ini, pemahaman tersebut harusnya diganti bahwa transfusi darah adalah transfusi produk darah. Artinya, tidak hanya darah yang diberikan sebagai transfusi tetapi bisa berupa sel darah maupun plasma darah.

Contoh yang dapat diambil yakni apabila seseorang membutuhkan plasma, maka yang diberikan hanya plasma darahnya. Begitu pula dengan trombosit ataupun produk darah lainnya. Namun, pada kasus covid-19 ini, pemberian transfusi darah berupa plasma sebenarnya dijadikan sebai faktor pembekuan darah saja.

Baca Juga :  Kasus Covid Melonjak, Kemenag Terbitkan SE Pembatasan Kegiatan Keagamaan
Kriteria penerima terapi

Pasien covid-19 yang bisa menerima donor plasma harus disesuaikan dengan golongan darah penerima. Dengan adanya terapi donor konvalesen ini, pasien sembuh covid-19 berpotensi dapat memberikan donor konvalesen untuk menujang penyembuhan pasien lainnya.

Syarat donor dan transfusi untuk terapi

Bagi mereka yang memenuhi kriteria di bawah ini dapat mendaftarkan diri melalui Google Form di alamat s.id/donorplasma. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi seorang pendonor:

  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun
  • Sudah pernah terinfeksi covid-19 (positif melalui PCR) serta dinyatakan telah sembuh
  • Tidak bergejala minimal 14 hari setelah sembuh
  • Berjenis kelamin laki-lak atau perempuan (belum pernah hamil)
  • Diutamakann bagi mantan penderita covid-19 yang pernah mengalami gejala sedang-berat

Sementara itu, syarat umum transfusi darah yaitu plasma yag didapat dari pasien sembuh harus terbukti memiliki antibodi terhadap covid-19 dalam kadar cukup. Kadar yang dimaksudkan yaitu 400 milimeter dengan memakai metode plasmamapheresis. Metode ini hanya mengambil plasma dari sel darah merah saja. Sedangkan untuk pemberian plasma darah dilakuka sebanyak 2 kali sehari. Tetapi, terapi plasma konvalesen ini hanya diberikan kepada pasien dengan kondisi kritis.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

Kanal Terkait