Terancam Kolaps, Pengusaha Kafe di Jombang Kibarkan Bendera Putih - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Takut Kolaps, Pengusaha Caffe di Jombang Menyerah. Kibarkan Bendera Putih
Caption foto: pengusaha cafe kibarkan bendera putih tanda menyerah
BERITA Kanal Straight

Terancam Kolaps, Pengusaha Kafe di Jombang Kibarkan Bendera Putih

Satukanal.com, Jombang – Pandemi Covid-19 serta pembatasan kegiatan masyarakat yang terus diperpanjang membuat pengusaha kafe di Jombang menyerah. Atas kondisi yang terjadi pegusaha cafe mengibarkan bendera putih sebagai sebagai tanda menyerah.

Manajer D’Jombang Caffe yang mengibarkan bendera putih tanda menyerah, Muhammad Ilham (30) mengatakan pengibaran bendera putih dilakukannya karena dia merasakan dampak signifikan. Mulai dari kurangnya pemasukan dan bingung membayar gaji karyawan.

“Pandemi sangat berdampak sama keberlangsungan usaha. Biasanya lancar, sekarang ini pemasukan menurun. Imbasnya nanti salah satunya susah untuk menggaji karyawan,” ucapnya pada Rabu 28 Juli 2021.

Ditanya mengapa mengebarkan bendera putih, Ia menjawab sebagai tanda bahwa pengusaha, pedagang dan seluruh pelaku sektor ekonomi menyerah pada situasi Covid 19 dan pemberlakuan PPKM.

Kebutuhan ekonomi mendesak, ditambah berlakunya PPKM dengan jadwal buka dibatasi membuat pemasukan menurun. Ada beberapa hal yang ingin disampaikan ke pemerintah. Khususnya Pemda selaku pemegang kebijakan otonomi daerah.

Baca Juga :  Jelang PTM, Sterilisasi Sekolah di Jombang mulai Dilakukan

“Pengusaha butuh asupan pengganti kurangnya pemasukan seperti sembako setiap hari. Jika ada caffe atau pelaku usaha yang memiliki karyawan, diharap pemda dapat beri intensif gaji pengganti selama satu bulan ini. Selama PPKM berlaku,” ungkapnya.

Jangan biarkan pelaku usaha mati berjalan sendirian. Bantuan juga harus diberikan, bagaimana roda ekonomi bisa berputar jika waktu buka dibatasi, kompemsasi pengganti intensif gaji karyawan ditanggung pengusaha? Sudah jatuh tertimpa tangga.

Ia melanjutkan, dalam kondisi normal, Caffe sudah di gruduk masyarakat dari beragam kalangan untuk sejenak bersantai dan menikmati kopi dan hidangan lainnya. Namun, kali ini sejak buka jam 08.00 Wib pagi hingga siang, pengunjung bisa dihitung jari.

Baca Juga :  Dipantau Jokowi, Ribuan Santri di Jombang Ikuti Vaksinasi Merdeka

Hal tersebut membuat pemasukan menurun. “Penghasilan menurun drastis, karena pemasukan menurun, yang perharinya bisa Rp 8 – 13 juta dalam sehari, turun jadi Rp 150 – Rp 600 ribu saja,” ujarnya.

Karena pemasukan menurun, dengan terpaksa beberapa karyawan ada yang dirumahkan, ada 16 orang yang dirumahkan dan hanya 4 orang yang masih aktif bekerja.

“Total ada 20 karyawan. Puluhan karyawan dirumahkan. Ya karena kita tidak sanggup untuk bayar gaji mereka. Biasanua karyawan ini dapat jatah makan setiap hari, sekarang yah kalau ada kita berikan kalau tidak ada yasudah, karena mau bagaimana lagi, keadaan susah,” pungkasnya.

Ilham berharap, kondisi seperti ini bisa segera disudahi. Melihat ekonomi yang semakin menurun, kedepan jika sudah kembali normal keadaan bisa pulih.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Ubaidhillah 

Kanal Terkait