Terancam Bangkrut Ketika Covid-19, Warga Kediri Sukses Jual Tanaman Langka Layaknya Monstera Janda Bolong | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Janda Bolong
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Terancam Bangkrut Ketika Covid-19, Warga Kediri Sukses Jual Tanaman Langka Layaknya Monstera Janda Bolong

SATUKANAL.com, KEDIRI– Warga Kediri sukses jual tanaman pada masa pandemi covid-19. Tanaman janda bolong yang tengah eksis diminati menjadi salah satu solusi untuk mengatasi perekonomian yang turun akibat covid-19.

Berkat kelihaian mencari peluang, Gunar Irawan, pengusaha sablon asal Desa Panggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, sukses mengatasi ancaman kebangkrutan dengan beralih usaha dibidang penjualan tanaman hias.

“Awalnya berawal dari hobi saja karena saya dulu memang lulusan sekolah pertanian, melihat pesanan sablon semakin hari semakin berkurang akhirnya saya memutuskan untuk fokus ke Tanamam hias,” kata Gunar Irawan kepada Satukanal.com, Selasa (3/11/2020).

Beberapa tanaman mahal dan langka mampu dijual olehnya. Salah satunya ialah tanaman yang booming saat ini, yakni Monstera Janda Bolong.

Baca Juga :  Calon Bupati Kediri, Hanindhito Dukung Peningkatan Minat Baca di Masyarakat

Dikatakan, per daun dihargai dengan harga 300 ribu rupiah. Sedangkan dengan satu tanaman ada yang mempunyai empat, bahkan lebih. “Untuk harga satu pohon, rata-rata satu juta tergantung jumlah daunnya. Disini paling mahal 10 juta, tapi lain jenis lagi,” terangnya.

Dalam kiosnya yang diberi nama Bedjo Nursery, ia juga mempunyai koleksi lain seperti Asoka, Aneka Daun keladi, Suksom Jaipong,  Singonium pink, Ruby Valentine, Lidah Katak, Snow White, Kuping Gajah.

Serta beberapa tanaman hias langka lainnya yang tergolong jenis Phillo maupun Dendrodium.

Gunar mengaku, modal yang dikeluarkan dalam usaha tersebut sejumlah Satu juta rupiah. Berbekal dengan modal tersebut, ia dibantu dengan sang istri membeli sejumlah tanaman bibit dengan terbatas.

Baca Juga :  Bupati Kediri Mengapresiasi Inovasi Pelaku UKM, Berbahan Dasar Pelepah Pohon Pisang

Semenjak itu, dimulai pembelian para tetangga hingga melakukan penjualan ke berbagai media sosial. “Pertama kali yang saya tanam dan rawat jenis Asoka, namun lama kelamaan permintaan pasar terus meningkat lalu saya membeli sejumlah bibit dari teman se-hobi dan ternyata sangat menghasilkan,” tuturnya.

Sampai sekarang ini, usaha tanaman hias sudah berjalan selama 8 bulan. Dan menghasilkan pencapaian yang lumayan besar, yakni 15 juta per bulan.

Sementara itu, selain berhasil mendirikan kios di depan rumahnya. Kini ia mencoba membuka cabang lain di beberapa lokasi. Bahkan berkat usahanya ini, ia mampu memberikan peluang kerja bagi warga sekitar.

Pewarta : Anis Firmasah

Editor : Redaksi Satukanal 

Kanal Terkait