Tepis Kualitas Rasmi Buruk, Dinas Ketahanan Pangan Klaim Beras Kualitas Medium dan Premium - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Tepis Kualitas Rasmi Buruk, Dinas Ketahanan Pangan Klaim Beras Kualitas Medium dan Premium

Pandangan masyarakat terhadap bantuan berupa beras dari pemerintah, baik beras miskin, beras sejahtera dan sebutan lainnya, kerap jatuh pada penilaian miring atas kualitas beras tersebut.
Hal ini terus terjadi sampai saat ini. Sehingga kerap menjadi persoalan tersendiri, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat sendiri.

Kondisi ini pula yang membuat Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus berusaha melakukan perubahan paradigma miring tersebut.

“Kita punya program yang disebut Rasmi yaitu bantuan pangan beras bagi masyarakat miskin. Sebagai bagian dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang,” kata Nasri Abdul Wahid Kepala DKP Kabupaten Malang, Rabu (20/03/2019).

Rasmi yang diberikan kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan, merupakan juga beras cadangan pemerintah Kabupaten Malang sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta Peraturan pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2015 tertanggal 19 Maret tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Dimana, ada kewajiban untuk pemerintah daerah untuk mencadangkan pangan 10 persen dari kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Baca Juga :  Sisa 300 Pasien Isoman, Kota Malang Gerak Cepat Pindahkan ke Isoter

“Jadi bantuan Rasmi ini diambilkan dari hal itu. Terkait kualitas beras yang dibagikan, kami beli dari petani langsung dengan jenis kualitas medium dan premium,” ujar Nasri.
Sehingga, lanjut mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, menjamin kualitas beras tersebut.

“Kualitas berasnya itu medium dan premium. Kita serap dari beras lokal petani sendiri dan kita salurkan. Jadi bukan beras dengan kualitas jelek,” tegasnya yang kerap berharap bahwa dalam konteks apapun, masyarakat bisa menikmati produk terbaiknya sendiri.

“Bukan mengonsumsi sisa produk yang jelek. Sedang yang bagus dikonsumsi orang di luar wilayah. Produk kita, yang makan kita,” imbuh Nasri.
Disinggung Rasmi di sepanjang tahun 2019 yang akan dicadangkan, Nasri menyampaikan sekitar 7 ton beras dari DKP sendiri yang disiapkan untuk disalurkan ke masyarakat. Sedangkan untuk bantuan setiap kali ada kegiatan, tidak bisa diketahui secara pastinya.

Baca Juga :  Aturan Ganjil-Genap Bakal Diterapkan di Malang

“Jadi disesuaikan, seperti kemarin di acara Gema Desa kita serahkan 50 paket beras. Setiap paketnya 10 kilogram untuk setiap warga,” urainya yang kembali menegaskan secara kualitas Raskin merupakan beras bagus.

Cadangan pangan beras juga bisa dipergunakan untuk keperluan lain sesuai dengan aturan yang ada. Misalnya, terjadi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana sosial atau keadaan darurat lainnya. Selain itu, cadangan pangan pemerintah juga dapat dimanfaatkan untuk kerjasama internasional dan pemberian bantuan pangan luar negeri.

“Jadi dengan cadangan pangan tersebut, satu sisi sebagai fungsi strategis. Sisi lainnya bisa mendukung program pengentasan kemiskinan,” pungkas Nasri.

Kanal Terkait