SATUKANAL.COM
Insentif Tenaga Kesehatan Kota Malang Masih Dirundingkan, Berikut Kisarannya
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT KOTA MALANG STRAIGHT NEWS

Insentif Tenaga Kesehatan Kota Malang Masih Dirundingkan, Berikut Kisarannya

SATUKANAL, MALANG – Insentif untuk tenaga kesehatan di Kota Malang masih menjadi pembahasan Pemerintah Kota. Insentif ini akan diberikan kepada mereka yang menangani Covid-19 di Kota Malang.

Besaran yang diberikan pun masih di dalam tahap perundingan sejak April lalu dan masih belum juga final hingga saat ini.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, hal ini masih dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah Kota Malang dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Malang. Akan tetapi sayangnya hingga sekarang nilainya masih belum pas.

“Sudah koordinasi, tapi nilainya memang belum ketemu,” katanya.

Sutiaji mengatakan bahwasanya besaran insentif untuk para pejuang garis depan yang menangani Covid-19 itu memang berbeda-beda pada setiap daerah. Tergantung dari kemampuan ekonomi masing-masing daerah.

Baca Juga :  Siap-siap Tak Mematuhi Protokol Kesehatan di Kota Kediri Bakal Kena Denda

Dia menyatakan, besaran insentif yang ada di luar Kota Malang untuk para dokter bisa mencapai Rp 12 juta sampai dengan Rp 15 juta.

Sedangkan untuk Kota Malang sendiri insentif yang sedang dibahas masih di angka sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta.

“Ya mungkin nanti ada sampai Rp 10 juta”, imbuhnya.

Sutiaji meyampaikan, penetapan nilai besaran insentif bagai tenaga medis ini masih juga perlu penyesuaian dengan anggaran yang dimiliki Pemkot saat ini.

Sutiaji menyampaikan, penetapan besaran insentif bagi tenaga medis itu masih akan dilakukan penyesuaian dengan anggaran yang dimiliki saat ini.

Sebelumnya dia pun menjelaskan jika rapat koordinasi berkaitan dengan pengetatan alokasi anggaran telah dilaksanakan dengan melibatkan beberapa unsur.

Baca Juga :  Menko PMK Apresiasi Pengadaan Mesin PCR di RS Kabupaten Kediri

Di antaranya Perangkat Daerah Pemkot Malang, unsur pimpinan DPRD Kota Malang, Kejaksaan, Auditor, hingga akademisi.

Harapannya, anggaran yang telah ditetapkan dapat disalurkan pada masing-masing pos sesuai dengan kebutuhan.

Sutiaji menyampaikan, anggaran untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp 83,9 miliar.

Sumber anggaran berasal dari pergeseran anggaran APBD Kota Malang hingga Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus sebagaimana petunjuk pemerintah pusat.

Untuk pergeseran anggaran sendiri, total kurang lebih ada Rp 15 miliar yang berasal dari proyek Dinas PUPR Kota Malang serta perjalanan dinas Pemerintah Kota Malang.

Total anggaran tersebut akan benar-benar dikhususkan untuk mengisi kebutuhan terhadap pencegahan dan penanganan Covid-19 ini.

Kanal Terkait