Telusuri Jejak Ulama' Mastur, Penulis Buku di Jombang Riset Tiga Tahun - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Aang Fathul Islam, Penulis sekaligus Dosen di salah satu sekolah tinggi di Kabupaten Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Feature

Telusuri Jejak Ulama’ Mastur, Penulis Buku di Jombang Riset Tiga Tahun

Satukanal.com, Jombang – Buku berjudul ‘Jejak-jejak Ulama Mastur, Para Gurunya Guru Bangsa’ salah satu karya Aang Fathul Islam.  Buku ini merupakan buku ke-8 yang lahir dari Lingkar Studi Santri (LISSAN), komunitas yang didirikan Aang.

Dalam buku tersebut, pria 35 tahun ini mengisahkan ada guru di balik mahsyurnya seorang tokoh. Meski sang guru masuk kategori ulama yang tidak terkenal (mastur), namun para santri didikannya terbukti selesai atau ‘mentas’. Menjadi tokoh besar bagi Bangsa Indonesia.

“Karena guru yang berhasil adalah guru yang murid-muridnya menjadi orang sukses bahkan keilmuannya melebihi guru-gurunya,” ucap pria kelahiran Jombang 21 September 1985 ini, pada Kamis (9/9/2021).

Begitulah. Tujuan penulisan buku ini memang dimaksudkan untuk menggali ajaran dan nilai  ulama-ulama mastur yang melahirkan tokoh-tokoh besar di zamannya dalam tinta sejarah.

“Buku ini merupakan gerbang awal untuk menjelajah lebih dalam lorong cahaya para ulama mastur yang menyembunyikan jati dirinya. Sebagai sarana berdakwah lewat tulisan (‘dakwah bil qolam’), tentu kehadiran buku ini akan menjadi pengantar untuk menjelajah pancaran-pancaran mutiara lain yang bersembunyi di bumi Nusantara,” jelasnya.

Pria yang tinggal di Desa Sambong Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini menuturkan, para ulama mastur yang menitipkan ilmunya kepada guru bangsa dan penjaga bangsa ini agar digunakan untuk membentuk sebuah bangsa yang diikat dalam tali ‘Bhineka Tunggal Ika’ yang mengambil sari pati ajaran Islam dan Al-Qur’an.

Baca Juga :  Tahap Empat Eskavasi Situs Sumberbeji, BPCB Temukan Arca Jaladwara

Konsep Bhineka Tunggal Ika, lanjut Aang, esensi saripatinya memang diambil dari agama Islam dengan bungkus Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsep ini bersambung secara turun temurun sejak Wali Songo hingga berdirinya NKRI dilanjut para pejuang kemerdekaan, pemangku dan penjaga bangsa ini agar tetap menjadi Indonesia yang ‘Bhineka Tunggal Ika.

Riset Selama Tiga Tahun

Dalam proses menulis buku, Aang harus melakukan riset dan penelitian yang sangat panjang. Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Profesi (STKIP) Jombang ini memulai tulisan tersebut sejak tiga tahun yang lalu. “Yang saya tulis ini jejak ulama mastur atau (tersembunyi). Tentu tantangannya cukup berat, karena sudah pasti minim data, karena minim data maka saya harus blusukan mencari narasumber yang terkait,” ujarnya.

Dari buku ini, banyak pelajaran yang bisa diambil, bagaimana peran dan perjuangan para ulama mastur yang ditulis. Dia penasaran. Rasa ingin tahunya tinggi. Ini memotivasinya. Dia berharap bisa mengambil ibrah dari peran dan jasa para ulama mastur dalam mendidik para guru bangsa.

Tidak mudah baginya untuk melakukan riset atau penelusuran ulama-ulama mastur dalam buku ini penuh liku-liku. Perlu waktu dan tekad yang kuat. Tidak semua tokoh yang ditulis sudah terpublikasi baik di buku maupun di media masa online. Meskipun ada, kadarnya tidak begitu banyak.

Baca Juga :  PTM di Jombang Bergulir Kembali, Pendidikan Karakter Jadi Unsur Utama Awal Sekolah

Alasan tersebut yang lantas menyeret Aang sebagai penulis untuk melakukan penelusuran ke berbagai sumber (informan) terutama ke dhuriyah, santri, sejarawan, aktivis Komunitas Sarkub maupun orang yang terkait dengan penggalian data para ulama mastur.

Dalam prosesnya, ia menggabungkan beberapa literatur seperti buku, media masa online, dan wawancara. Khusus untuk wawancara, dilakukan dalam situasi pada saat tokoh yang dimaksud belum ditemukan pada literatur manapun. Maka satu-satunya sumber adalah dari wawancara.

“Selain itu wawancara juga dilakukan sebagai tambahan literatur yang turut memperkuat penggambaran tokoh yang ditulis,” paparnya.

Dia menulis sejarah tersebut sebagai bentuk penghormatan dan pengharapan agar teladan beliau bisa dibaca generasi berikutnya. Lewat buku yang ditulis, penulis berkeinginan menguak peran ulama mastur, sehingga bisa menjadikan salah satu rujukan dan inspirasi untuk terus belajar tentang ketokohan ulama serta perannya untuk mendidik para guru bangsa yang ikut menjaga NKRI hinga sampai kini masih tetap kokoh.

Pewarta : Anggit Puji

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait