Tekan Stunting, Bupati Mojokerto Ingatkan Faktor 1000 HPK - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tekan Stunting, Bupati Mojokerto Ingatkan Faktor 1000 HPK
STRAIGHT NEWS

Tekan Stunting, Bupati Mojokerto Ingatkan Faktor 1000 HPK

Satukanal.com, Mojokerto – Kondisi stunting bisa permanen pada diri seseorang, jika tidak dicegah sedini mungkin pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, didampingi Wakil Bupati Muhammad Albarraa serta Hariyono Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) saat kegiatan “Rembuk Stunting Strategi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting”, Jumat (30/4) di Pendapa Graha Majatama.

Stunting sendiri merupakan kondisi gangguan kesehatan, yang mengakibatkan tubuh gagal bertumbuh secara maksimal. Hal ini dipicu kekurangan gizi kronis pada masa 1.000 HPK, ditambah faktor ketahanan pangan, lingkungan sosial atau pola pengasuhan, pengobatan, dll.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa Stunting bukan penyakit yang selesai dengan obat. Stunting sifatnya irreplaceable, tidak bisa selesai begitu saja dengan pemberian obat-obatan. Stunting membutuhkan upaya preventif. Artinya kita mencegah.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Instruksikan Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah

“Penanganan sejak 1.000 HPK sangat penting. Karena masa itu adalah intervensi terbaik mencegah stunting. Tapi apakah cukup itu? Ternyata tidak. Stunting juga bisa dipengaruhi saat masa kehamilan. Salah satunya usia pernikahan dini di mana calon ibu sebenarnya belum siap hamil. Padahal anak-anak butuh gizi cukup seimbang, sejak dalam kandungan ibunya,” kata bupati.

Bupati juga mengingatkan kembali catatan jumlah anak stunting di Kabupaten Mojokerto kurang lebih 30,5 persen atau sepertiga dari jumlah anak. Padahal angka nasional ada di bawah itu. Stunting menjadi masalah cukup serius, karena berkaitan dengan target pembangunan Pemerintah pada bidang peningkatan SDM berkualitas.

“Kabupaten Mojokerto termasuk salah satu daerah yang ditetapkan sebagai lokus penanganan stunting, tepatnya pada 46 desa. Riset kesehatan oleh Pusat, mencatat angka stunting kita adalah 30,5 persen. Padahal angka nasional masih di bawahnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Instruksikan Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah

Untuk itu, lanjut Bupati Ikfina, Upaya mengeliminasi stunting tidak bisa dilakukan Pemerintah Daerah saja, Pemdes dan masyarakat juga harus bisa bekerjasama dan bersinergi. Stunting harus kita tekan.

“Kita ingin SDM kita berkualitas. Jika SDM punya kecerdasan yang bagus, hal itu sebenarnya berkorelasi dengan volume otak dan tinggi badan juga. Jadi semuanya saling terkait,” tambahnya.

Adapun, paparan materi seputar stunting dilakukan oleh Ida Nurbaya selaku Local Government Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction (LGCB ASR) Regional III (Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY), dan Sujatmiko Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Kemudian, ditutup dengan penandatanganan hasil kesepakatan bersama.

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait