Teatrikal Soekarno Ngotot Pilih 17 Agustus Jadi Salah Satu Peringatan Kemerdekaan di Dalem Pojok  - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Teatrikal Soekarno Ngotot Pilih 17 Agustus Jadi Salah Satu Peringatan Kemerdekaan di Dalem Pojok 
Peringatan di Situs Dalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri (Foto: Ubaidhillah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Teatrikal Soekarno Ngotot Pilih 17 Agustus Jadi Salah Satu Peringatan Kemerdekaan di Dalem Pojok 

Satuakanal.com, Kediri – Peringatan Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-76 agaknya diperingati berbeda di Situs Dalem Pojok yang ada di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Tak hanya upacara kemerdekaan, hari ini juga diadakan teatrikal penculikan Soekarno di Rengasdengklok oleh sejumlah pemuda.

Dalam kegiatan teatrikal tersebut para pemuda ingin Bung Karno segera memproklamirkan kemeedekaan, namun Soekarno enggan melaksanakannya dan memilih tanggal 17 Agustus untuk melafalkan teks proklamasi di muka umum.

“Ini batang leherku. Seret aku ke pojok itu dan potong leher saya. Saya tidak akan memproklmirkan kemerdekaan kecuali nanti tanggal 17 Agustus,” gertak pemeran Soekarno dalam teater yang diadakan hari ini, Selasa, (17/8/2021).

Ketua Panitia Tasyakuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI Ke-76 Situs Dalem Pojok, Sikan Abdillah mengatakan, tanggal 17 Agustus dipilih Soekarno bukan tanpa sebab. Hal itu lantaran tanggal tersebut merupakan pilihan.

“Peristiwa sejarah ini tidak banyak yang mengetahui, jika Bung Karno sampai mempertaruhkan nyawa demi tanggal 17 Agustus 1945. Baca buku Cindy Adams,” ujarnya.

Baca Juga :  Launching Upaya Penanganan Covid-19, Bupati Kediri Sebut BOR Turun 58 Persen

Sementara itu, Sutradara Teatrikal Yustiono Fathoni mengungkapkan, sebelum Proklamasi ternyata Bung Karno mendapatkan petunjuk dari empat ulama’ tasawwuf bahwa Proklamasi Kemerdekaan Bangsa harus dibacakan tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. Tidak boleh sebelumnya ataupun sesudahnya.

“Empat ulama’ inkisaf ini adalah Kyai Hasyim Asy’ari Jombang, KH. Abdul Mu’thi Madiun, Syech Musa Cianjur dan RMP. Sosro Kartono Jepara, ini hasil diantara hasil musyawarah panitia kemarin dari kajian yang telah dilakukan berdasarkan Buku Api Sejarah,” ujar Pimpinan Sanggar Sasono Pandji Nuswantoro ini.

Senada dengan Yustiono, Ketua Harian Situs Dalem Pojok Persada Soekarno Kediri Kushartono menjelaskan, menurut empat ulama itu ada bahaya besar jika lolos dari tanggal 17 Agustus 1945.

Tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan pada tanggal 09 Bulan Romadlon, harinya tepat pada Jumat Legi.

Kyai Hasyim Asy’ari menyampaikan pada Bung Karno jika Proklamasi Kemerdekaan Bangsa lepas dari tanggal 17 Agustus maka akan terjadi pertumpahan darah sepanjang masa.

Sedangkan Syech Musa menyampaikan jika dibacakan diluar tanggal 17 Agustus maka yang akan merdeka hanya Jawa dan Sumatra.

Baca Juga :  Digelar dengan Prokes Ketat, Disparpora Kabupaten Mojokerto Gelar Pemilihan Duta Wisata Gus dan Yuk 2021

Selain itu, R Sosrokartono juga mengatakan untuk mencari momen istimewa seperti tanggal 17 Agustus yang bertepatan dengan tanggal 09 Bulan Romadlon hari Jumat Lagi tunggu 350 tahun lagi.

“Prof. Mansur Surya Negara Penulis Buku Api Sejarah pernah datang ke Ndalem Pojok jadi sedikit banyak saya tahu alasan tanggal 17 Agustus itu,” ujar Kushartono.

“Maka momen Prokalmasi Kemerdekaan Bangsa 17 Agustus itu sangat sakral kiranya bukan semata-mata keputusan Bung Karno tapi merupakan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa, yang dilewatkan empat ulama tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, upacara hari ini dilakukan dengan Prokol Kesehatan ketat. Selain menggelar upacara Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia (17/8/2021) di Situs Dalem Pojok juga digelar upacara Hari Berdirinya NKRI (18/8/2021) semuanya dengan semi teatrikal.

Dilengkapi juga dengan doa bersama, selamatan, dan santunan anak yatim/fakir miskin. Selain itu malam ini, 16 Agustus 2021 juga akan digelar Tirakatan bersama-sama.

 

Pewarta: Ubaidhillah

Kanal Terkait