Tarif parkir Di GOR Lembu Peteng Mencekik, Warga Minta Pemkab Tertibkan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA STRAIGHT NEWS

Tarif parkir Di GOR Lembu Peteng Mencekik, Warga Minta Pemkab Tertibkan

GOR Lembupeteng mempunyai daya magnet sendiri bagi masyarakat Tulungagung. Tempatnya yang lapang, seringkali dimanfaatkan untuk melaksanakan event-event hiburan. Sayang, masih saja ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi dengan melanggar peraturan daerah (perda).

Banyak warga mengeluhkan tingginya tarif parkir di GOR Lembupeteng. Misalnya, untuk sepeda motor dikenakan tarif parkir sebesar Rp 5 ribu.

Seperti diungkapkan oleh salah satu anggota Satpol PP yang menyamar sebagai pengunjung GOR Lembupeteng, Imam Sururi.

Imam mendapat laporan tingginya tarif parkir yang dipungut oleh tukang parkir di GOR Lembupeteng. Mendapati laporan itu, dirinya menyamar sebagai pengunjung. Dan benar saja, saat memarkirkan kendaraanya, dirinya diminta membayar sebesar Rp 5 ribu.

“Saya mendapat laporan dari warga yang mengatakan tarif parkir di GOR Rp 5 ribu untuk sepeda motor,” ujar Imam di GOR Lembupeteng, Minggu (15/12/19).

Imam melanjutkan, bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan antara pengelola parkir di GOR Lembupeteng, Dishub Kabupaten Tulungagung dan Satpol PP, bahwa tarif parkir yang ditentukan untuk sepeda motor sebesar Rp 2 ribu.

Bahkan untuk menyosialisasikannya, Dishub telah memasang papan pemberitahuan tarif parkir Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 3 ribu untuk mobil. Namun, papan pemberitahuan itu kini lenyap.

“Kalau nariknya (tarif parkir) terlalu tinggi, warga yang dirugikan,” terang Imam.

Imam meminta agar pengelola parkir menarik tarif sesuai ketentuan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan dan Perda.

Sementara itu salah satu pengelola parkir di GOR Lembupeteng, Edi Geol, warga Kelurahan Bago mengakui telah menarik tarif parkir sebesar Rp 5 ribu untuk sepeda motor. Dirinya berdalih, besaran tarif ini hanya diberlakukan saat ada event-event tertentu saja.

“Kalau enggak ada event kita nariknya Rp 3 ribu per sepeda,” ujarnya.

Dirinya bersedia menurunkan tarif parkir, asalkan pengelola parkir lainya yang dari Kelurahan Kuthoanyar juga menurunkan tarif parkir.

Untuk tarif Rp 3 ribu yang dipungutnya, sebenarnya lebih tinggi dari ketentuan yang ditetapkan.  Namun dirinya berdalih jika kelebihan seribu itu untuk penitipan helm. Dirinya menggaransi jika ada helm yang hilang maka akan diganti dengan yang baru.

“Helm kalau ada yang hilang akan kita ganti,” ujar Edi.

Disinggung tentang fasilitas umum yang jika dimanfaatkan untuk tujuan komersil harus menyerahkan retribusi, dirinya dan pengelola parkir lainnya sudah pernah membahas hal itu dengan Dinas Perhubungan setempat. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.

“Dulu pernah dikumpulkan untuk tiket parkir, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” tandasnya.

Kanal Terkait