SATUKANAL.COM
Tangkal Radikalisme, Menteri PDT Rancang Indeks Kebahagiaan Desa
Menteri PDT Abdul Halim Iskandar menerima kaos dari Pondok Pesantren Lirboyo saat menghadiri pembukaan Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren se-Jawa Madura di Ponpes Lirboyo Kediri. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA STRAIGHT NEWS

Tangkal Radikalisme, Menteri PDT Rancang Indeks Kebahagiaan Desa

SATUKANAL, KEDIRI – Untuk mengatasi kemiskinan 2020, anggaran dana desa yang cair sebanyak 40 persen dari total anggaran desa di periode pertama akan digunakan untuk padat karya.

Pencairan tersebut akan digunakan untuk seluruh kelompok miskin dan tidak boleh dipihakketigakan.

Hal tersebut menjadi prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi 2020.

Selain itu, Kemendesa juga akan mengoptimalkan transformasi ekonomi agar pengelolaan segala produksi di desa bisa dikelola dari hulu ke hilir.

“Kalau betul digenjot, maka geliat ekonomi di awal tahun yang sangat rumit akibat persaingan global dan efek dari persebaran virus corona akan sedikit banyak tertangani,” ujar Menteri Pembangunan Desa Tertinggal, Abdul Halim Iskandar, Rabu (12/2/2020).

Halim mengatakan, Presiden RI Joko Widodo sudah menginstruksikan seluruh kementerian untuk membelanjakan dana-dana modal dan meminta menteri dalam negeri mengawal penggunaan APBD agar awal tahun segera digunakan untuk belanja modal.

Baca Juga :  Transformasi Program Sosial Pangan Kemensos 2020

“Itu salah satu ikhtiar presiden agar konstelasi ekonomi yang sangat rumit bisa tertangani dengan baik,” imbuhnya.

Halim yang tengah menghadiri pembukaan Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren di Ponpes Lirboyo, Kediri itu juga menekankan rencana peningkatan indeks kebahagiaan penduduk Indonesia.

“Selama ini, orang bicara kesejahteraan, saya ingin mengubah paradigma pandangan tidak hanya kesejahteraan tapi juga kebahagiaan,” tegasnya.

Sebab, katanya, tidak semua orang bahagia akan sejahtera, tetapi ia menemukan orang yang hidupnya pas-pasan, justru bahagia.

Masih menurut keterangan Halim, peningkatan indeks kebahagiaan masyarakat desa akan berdampak positif pada banyak hal.

Baca Juga :  Bawaslu Kabupaten Kediri Panggil KPU Soal Lembaga Survei

“Kalau masyarakat di desa bahagia, mereka akan memiliki daya tahan terhadap radikalisme, intoleransi, dan narkoba. Karena orang yang bahagia pasti hubungan sosialnya bagus,” sebut menteri kelahiran Jombang ini.

Halim menyebut saat ini sedang menyusun indeks kebahagiaan desa tersebut.

Ia merujuk pada referensi indeks kebahagiaan yang digunakan beberapa negara.

Sayangnya, data World Happiness Report 2019 mencatat, indeks kebahagiaan penduduk Indonesia di urutan 92 dari 156 negara.

Bahkan, di Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal dari Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Indikator kebahagiaan diukur dari beberapa faktor.

Harapan hidup, dukungan sosial, kepuasan hidup, hingga tingkat korupsi.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait