Keanehan Patirtan Sumberbeji, Tak Sembarang Orang Bisa Berendam - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Keanehan Patirtan Sumberbeji, Tak Sembarang Orang Bisa Berendam
Proses eksvakasi situs Petirtaan Sumberbeji (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Feature

Keanehan Patirtan Sumberbeji, Tak Sembarang Orang Bisa Berendam

Satukanal.com, Jombang Situs Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang belakangan ini ramai diperbincangkan, setelah menjalani eskavasi tahap empat. Ternyata, situs ini menyimpan cerita dan keanehan.

Terdapat secuil kisah menarik pada awal penemuan situs Sumberbeji pada tahun 2019. Sebelum ditemukan dan digali, situs bersejarah itu hanya sebatas sumber air biasa yang digunakan masyarakat  mengaliri air ke sawah.

Suprapto, warga dusun Sumberbeji, menuturkan, sejak ia kecil, sumber mata air itu sudah ada. “ Sebelum ada situs semacam candi itu, dulu ya cuma saluran air biasa,” ucapnya pada Selasa (31/8/2021).

Ada cerita menarik di balik ditemukannya situs Sumberbeji ini, Suprapto melanjutkan, sumber air ini dulu   dijaga oleh seseorang bernama Mbah Darga dan diteruskan keturunannya.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di Jombang Sasar Tunawisma

“Dulu ada yang namanya Mbah Darga. Beliau menjaga area sumber air ini sebelum diketahui kalau ada sisa bangunan kuno. Lalu itu diteruskan sampai keturuan beliau yang ketujuh, pasti selalu ada yang menjaga area ini,” jelasnya.

Meskipun begitu, dalam beberapa tahun terakhir, jarang terlihat ada orang yang merawat sumber air tersebut. Sehingga, pada akhirnya masyarakat yang menjaga, merawat dan membersihkan area tersebut.

Lebih jauh, pria yang berprofesi sebagai pekerja proyek ini menyebut ada hal istimewa pada sumber air yang uniknya dikhususkan untuk warga Dusun Sumberbeji.

Menurut Suprapno, bagi masyarakat umum yang  mencebur atau sekadar berendam ke sumber air  langsung tidak enak badan.Berbeda ketika sumber air itu dinikmati warga setempat.

Baca Juga :  Status Level 2, Bioskop Jombang Boleh Buka Kapasitas 50 Persen

“Kalau masyarakat daerah sini, mau ke sumber air atau renang, setelah itu tidak terjadi apa-apa, itu yang istimewa dari sumber air ini. Itu dulu, Kurang tahu lagi kalau sekarang,” bebernya.

Sebab itu, masyarakat sekitar berinisiatif untuk membuat kolam buatan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai pengganti yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum tanpa resiko ‘tidak enak badan’. Suprapto meyakini, kejadian aneh tersebut sudah takdir alam dan sama sekali tidak berhubungan dengan sesaji atau hal mistik lain.

“Mungkin takdir alam. Kalau mistis begitu sepertinya tidak ada, karena masyarakat di sini juga tidak ada yang melakukan hal semacam itu,” pungkasnya.

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait