SATUKANAL.COM
Narkoba
Kepala BNN Kabupaten Kediri Dewi Indarwanti (berjilbab) menunjukkan barang bukti dari tersangka pengedar narkoba KH (baju tahanan oranye) di Kantor BNN Kabupaten Kediri. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA STRAIGHT NEWS

Tak Kapok, Kali Kedua Pengedar Narkoba Asal Kediri Ditangkap

SATUKANAL, KEDIRI – Tidak semua orang memegang prinsip “tak mau terperosok ke dalam lubang yang sama”. Buktinya KH (43) sudah kali kedua ditangkap sebagai pengedar narkoba.

Bahkan, pria yang tinggal di Kabupaten Kediri ini pernah meringkuk di balik jeruji besi di Madiun.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri menangkpa KH di rumahnya di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri pada Rabu (11/3/2020).

Dari hasil penggeledahan, BNN mengamankan beberapa barang bukti.

Di antaranya narkoba jenis sabu-sabu siap edar seberat 7,66 gram yang dimasukkan dalam plastik klip, uang tunai Rp 13.150.000, dua buah kartu ATM, dua unit ponsel, dan alat penunjang pengemasan lain berupa sendok plastik kecil dan dua bendel plastik klip.

Baca Juga :  Rumah Sakit Khusus Penanganan Covid-19 di Kota Kediri Siap Digunakan

Kepala BNN Kabupaten Kediri Dewi Indarwanti menyebut saat ini BNN masih dalam proses pengembangan jaringan di atasnya.

Termasuk, supplayer yang memasok sabu-sabu kepada KH.

“Ini jaringan antarkota, sistemnya ranjau,” sebut Dewi.

Menurut keterangan Dewi, saat ditangkap, barang terlarang itu ada di saku pakaian di tubuh KH.

Barang tersebut sudah siap edar. Sejauh ini, sasaran pembeli KH siapa saja yang membutuhkan.

“Sasarannya yang punya duit. Siapa saja. Tapi kebanyakan pekerja,” imbuh Dewi.

KH disangkakan terjerat UU nomor 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda minimal Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Sehari Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Kediri Bertambah 18 Orang

Sistem penjualan sabu-sabu yang diterapkan KH, berdasarkan uang yang dimiliki pembeli.

“Pembeli punya uang berapa, ya itu bisa dapat berapa. Jadi bukan per plastik harga berapa,” ungkap perempuan berhijab itu.

Berdasarkan data di KTP, KH sehari-hari bekerja sebagai penjaga portal tambang pasir di daerah Blitar.

Di sela-sela itu, ia menjual narkoba.

Menurut pengakuannya, ia menjalankan bisnis terlarang ini baru setahun belakangan.

“Tapi itu pengakuannya. Sebelumnya sudah pernah ditahan di Lapas Madiun untuk kasus yang sama,” pungkas Dewi.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait