SATUKANAL.COM
Paralegal
Pak Suyuti bersama Ibu Sri Wahyuningsih memberikan kampanye di Taman Suko
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT LIPUTAN KHUSUS STRAIGHT NEWS

Tak Hanya Memberikan Perlindungan, Keberadaan Komunitas Paralegal Mampu Memberdayakan Perempuan

SATUKANAL, MALANG – Kembali membawa tema “Sekolah Paralegal Khusus dimasa Pandemi COVID-19”, Women Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), dan Komnas Perempuan berkolaborasi dengan Kepala Desa Sukomulyo menyelenggarakan kampanye publik (15/9).

Berbeda dari kegiatan-kegiatan kampanye sebelumnya yang pernah dilakukan oleh WCC, kegiatan kali ini diselenggarakan di area terbuka, yakni di Taman Suko dengan menghadirkan ibu-ibu dari Desa Sukowilangun.

Kegiatan kampanye ini dibuka oleh Bapak Suyuti sebagai perwakilan dari Kepala Desa Sukowilangun yang memberikan apresiasi terhadap konsistensi dari WCC Dian Mutiara yang selalu memberikan bimbingan kepada ibu-ibu yang dipercayai sebagai paralegal terkait pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan di Desa Sukowilangun sejak 2014 – sekarang.

Baca Juga :  Menko PMK Apresiasi Pengadaan Mesin PCR di RS Kabupaten Kediri

Kegiatan kampanye publik ini terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dimasa pandemi ini.

Ibu Sri Wahyuningsih menuturkan, “untuk saat ini harusnya Pemerintah Kabupaten Malang tidak hanya berfokus kepada penanganan kesehatan terkait COVID-19, namun juga memperhatikan tingkat kekerasan yang ada di dalam keluarga mengingat intensitas bertemu antara anggota keluarga di rumah semakin sering”.

Bu Sri Wahyuningsih dari WCC Dian Mutiara memberikan kampanye kepada ibu-ibu Desa Sukowilangun

Selain peran dari pemerintah kabupaten, keberadaan paralegal di desa cukup penting dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, di Desa Sukowilangun terdapat kelompok paralegal yang bernama Singkong Jaya.

Keberadaan kelompok paralegal ini tidak hanya memberikan pelindungan kepada perempuan, namun juga mampu memberdayakan perempuan yang ada di Desa Sukowilangun.

Menurut penjelasan Ibu Sri Wahyuningsih, Komunitas Paralegal Singkong Jaya yang ada di Desa Sukowilangun ini memiliki beberapa kegiatan, salah satunya ialah produksi tepung mocaf yang terbuat dari ketela pohon yang dijual dibeberapa toko roti.

Baca Juga :  Awas Jangan Percaya Begitu Saja Oknum Yang Mengaku Akan Membubarkan Hajatan

Tepung mocaf tersebut kemudian diolah menjadi produk olahan berupa brownis yang sangat bermanfaat dan bisa dikonsumsi oleh anak-anak autis. Selain itu, para ibu-ibu juga produktif dalam mengolah produk lain, seperti keripik tempe dan tahu.

Adanya dukungan dari Pemerintah Desa Sukowilangun dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan, membuat Komunitas Paralegal Singkong Jaya tidak hanya berfokus pada kasus kekerasan terhadap perempuan, melainkan juga berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan perempuan melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait