Tahap Empat Eskavasi Situs Sumberbeji, BPCB Temukan Arca Jaladwara - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Proses eskavasi tahap ke-4. (foto: Anggit Puji/satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Tahap Empat Eskavasi Situs Sumberbeji, BPCB Temukan Arca Jaladwara

Satukanal.com, Jombang Proses eskavasi situs Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang tahap empat sudah rampung. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur belum mencapai target yakni pagar keliling area situs. Kendati demikian, tim menemukan saluran air, struktur batu bata serta arca Jaladwara .

“Meskipun proses penggalian sudah dilakukan selama 10 hari, kami masih belum menemukan pagar pembatas yang diduga mengelilingi situs,” kata Wicaksono Dwi Nugroho, arkelolog BPCB Jatim.

Walau pagar pembatas belum ditemukan, menurut Wicaksono, penampakan bangunan bersejarah ini sudah 90 persen. Pada proses eskavakasi beberapa temuan baru didapatkan. “Kita menemukan temuan berupa saluran air masuk dan keluar,” katanya.

Selain itu, tim BPCB juga menemukan struktur bata tiga lapis, dengan panjang 120 sentimeter di sisi barat serta dua arca Jaladwara.

Baca Juga :  Kualitas Kentang Bagus, Bupati Blitar Apresiasi Hasil Panen Para Petani

Situs Sumberbeji ini, lanjut Wicaksono, merupakan bangunan suci dari masa Kerajaan Kadiri hingga Kerajaan Majapahit. Selama masa itu, dia menduga situs Sumberbeji sudah mengalami beberapa perubahan.

“Penemuan 14 Jaladwara atau pancuran air yang kita temukan di Sumberbeji, tidak semua seragam. Berbeda dengan di Candi Tikus, Petirtaan Brumbung di Kediri, Pertirtaan Dewi Sri di Magetan, semua seragam,” ujarnya.

Beberapa Arca yang ditemukan di Situs Petirtaan Sumberbeji (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)

Situs yang pertama kali ditemukan pada tahun 2019 ini dipercaya tidak berdiri sendiri, alias ada komponen lain yang belum ditemukan. “Dugaan kami ada pagar pembatas serta komponen lainnya seperti bale-bale,” ucapanya.

Situs pra sejarah ini mempunyai tipe bangunan Batur pada bagian tengah. Dugaannya, di titik itu terdapat sebuah menara yang cocok dengan konspe Samudra Mantana. “Kenapa begitu? Karena sebelumnya ditemukan arca Garuda dengan badan manusia. Itu sesuai dengan konsep Samudra Mantana yang hubungannya dengan perlambangan Garuda sangat erat, sebagai pencarian air suci amerta,” jelas Wicaksono.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Melandai, Simak Aturan Baru Bagi WNI/WNA yang Ingin Masuk RI

Berdasarkan ciri bangunan dan ikonografi arca, diperkirakan bangunan ini dibangun sejak era raja Airlangga (Kerajaan Medang di Kahuripan), perkiraan abad ke-11-13 masehi. Patirtan ini ditengarai terus dipelihara pada masa Kerajaan Kadiri sampai era Majapahit.

Penemuan pecahan benda terbuat dari porselen yang diperkirakan sebagai pecahan mangkuk atau guci khas Tiongkok dari era Dinasti Song menjadi salah satu pendukung yang mengindikasikan situs petirtaan Sumberbeji sudah ada sebelum zaman Majapahit. Dinasti Song berkuasa sejak abad 10 hingga 13 masehi yang berarti sudah ada sebelum Majapahit yang berkuasa di abad 12 hingga 15 masehi

Pewarta : Anggit Puji

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait