Survei BPS: 5 Alasan Pengguna Internet Tak Lagi Akses Via Komputer - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Survei BPS: 5 Alasan Pengguna Internet Tak Lagi Akses Via Komputer

SATUKANAL.com, NASIONAL– Jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat sejak lima tahun terakhir. Hal ini didukung dari data Statistika Telekomunikasi Badan Pusat Statistik yang menyebut jika per Januari 2020 pengguna internet tercatat lebih tinggi yaitu mencapai 175 juta orang, naik 25 juta orang dibanding tahun sebelumnya.

Di tahun sebelumnya yaitu 2019, rumah tangga pengakses internet mencapai 74 persen. Persentase ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya. Padahal, pada 2015 pengakses internet tak sampai 22 persen.

Tercatat, pada 2019 sudah hampir 48 persen atau sekitar 127 juta orang. Jika dikurangi anak-anak di bawah lima tahun dan orang tua di atas 65 tahun, persentase penduduk pengguna internet mencapai sekitar 62 persen.

Meski demikian, pengakses internet di Indonesia rata-rata di dominasi oleh pengguna telepon seluler. Data BPS juga merekam, kepemilikan telepon seluler terus meningkat, dari 57 persen pada 2015 menjadi 63 persen per 2019. Hotsuite malah mencatat angka yang jauh lebih tinggi. Misalnya, jumlah nomer telepon seluler yang terdaftar per Januari 2020 mencapai 338,2 juta sambungan.

Berikut 5 alasan pengguna internet lebih memilih menggunakan gadget untuk melakukan akses internet

1.Pilihan alat telekomunikasi kian beragam dan lebih mobile

Ketersediaan pilihan yang beragam ini membuat setiap orang bebas untuk menentukan jenis alat telekomunikasi seperti apa yang ingin mereka gunakan. Mereka bisa memilih ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Baca Juga :  LTMPT Sebut Sistem Penilaian UTBK Gelombang 1 Dan 2 Sama

Seperti halnya dengan ukuran telepon pintar (smartphone) seakan juga kian membesar, rata-tara bahkan sudah mendekati 7 inch. Ada juga tablet yang ukurannya berkisar 7-10 inch. Dua jenis gadget itu boleh jadi membuat seseorang lebih memilih ponsel atau tablet karena kemampuannya yang sudah setara komputer, dengan ukuran yang kecil dan mobile.

2.Minat masyarakat terhadap PC secara global sudah cenderung lesu sejak 2011

Mikako Kitagawa, analis senior di Gartner mengatakan bahwa pasar PC tumbuh untuk pertama kalinya sejak 2011, didorong permintaan bisnis yang dinamis, terutama di AS, EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), dan Jepang. Namun seiring berkembangnya zaman, PC seakan menjadi kurang diminati. Karena bertambahnya jumlah pengguna telepon seluler.

Kitagawa juga pernah mengungkapkan faktor lain yang menyebabkan penjualan PC merosot adalah karena konsumen jarang menggunakannya lagi. Mereka lebih sering memakai ponsel. Mobilitaslah yang membuat ponsel dan tablet jauh mengungguli PC, termasuk notebook.

3.Beragamnya media sosial dan aplikasi hiburan

Kian beragamnya media sosial dan aplikasi hiburan mendorong jumlah pengakses internet lebih memilih menggunakan gadget mereka dibandingan dengan mengakses melalui komputer. Kebutuhan seseorang untuk tetap eksis di media sosial, menjadikan mereka haus akan kebutuhan akses setiap saat.

Selain itu, tersedianya banyak pilihan aplikasi di gadget juga membuat pengguna internet lebih memilih gadget ketimbang PC karena bisa digunakan dimana saja dan cenderung lebih praktis.

Baca Juga :  April 2021, Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali

4.Stasiun televisi juga mulai merambah aplikasi gadget

Stasiun televisi teresterial dan saluran televisi berbayar kini juga membanjiri gadget dengan aplikasi untuk memudahkan orang menonton streaming atau siaran langsung acara hiburan atau sepak bola lewat HP.

Seseorang tek perlu repot mencari tv atau komputer jika ingin menonton streaming acara favorit mereka. Melalui telepon seluler, acara yang mereka nantikan dapat diakses dan ditonton dimanapun mereka berada.

5.Pesatnya perkembangan bisnis layanan internet baik melalui operator telepon maupun jasa provider

Pesatnya pertumbuhan pengakses internet ini juga didorong oleh perkembangan bisnis layanan internet, baik melalui operator telepon maupun jasa provider internet. Di luar operator telepon seperti Telkomsel, Indosat, XL, Three, ada 11 provider internet yang pada umumnya menyediakan layanan internet dedicated (24 jam).

Bisa jadi, kemudahan mengakses internet dari mobile gadget ini yang membuat kepemilikan komputer di rumah tangga Indonesia cenderung stagnan. Pada periode 2015-2019, dari data Statistik Telekomunikasi 2019 tersebut menunjukkan persentase rumah tangga pemilik komputer tertahan di angka 19 persen. Meskipun, secara nominal naik tipis dari 48,3 juta unit pada 2015 menjadi 50,2 juta pada 2019.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

 

Kanal Terkait