Supadi Kades Tarokan Divonis Bebas Setelah Ajukan Banding | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Supadi Divonis Bebas
Foto : Prayogo (Kuasa Hukum Supadi) bersama Supadi di Depan Lapas Kelas 2 a Kota Kediri (istimewa)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

Supadi Kades Tarokan Divonis Bebas Setelah Ajukan Banding

SATUKANAL, KEDIRI – Supadi, Kepala Desa Tarokan yang sempat tersandung kasus dugaan Pemalsuan Gelar kini divonis bebas setelah sempat ditahan di Lapas Kelas 2A Kota Kediri.

Laki-laki yang sempat digadang-gadang menjadi Bakal Calon Bupati Kediri tahun 2020 itu bisa menghiru udara bebas tanpa syarat setelah mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Surabaya.

“Putusan dibacakan Selasa kemarin, dan eksekusi pembebasannya hari ini,” jelas Prayogo Laksono, Penasihat Hukum Supadi, Rabu (5/8/2020).

Laki-laki yang akrab disapa Prayoga tersebut juga mengatakan, dengan adanya putusan banding itu Kliennya telah bebas dari segala dakwaan yang dituduhkan kepada Supadi.

Baca Juga :  Aksi Copet Bus 288 Kali, Berhasil di Ringkus Satreskrim Polresta Kediri

“Kami menganalisis Putusan Majelis Tingkat Banding guna untuk¬† mempersiapkan materi & argumentasi hukum Kontra Memori Kasasi, dan dalam Putusan tersebut Pak Supadi Bebas dari segala dakwaan,” katanya.

Prayoga juga mengatakan, dengan adanya putusan tersebut Supadi juga masih berhak untuk melanjutkan menjadi Kepala Desa di daerahnya.

“Secara normatif harusnya begitu (Supadi masih bisa menjadi Kepala Desa),” tuturnya.

Untuk diketahui, kasus Supadi, telah bergulir sejak bulan Februari 2020, Supadi dilaporkan oleh warganya sendiri yang bernama H. Bambang Suhartono atas dugaan pemalsuan gelar, dan ditahan sejak 20 Februari 2020.

Baca Juga :  BKSDA Jatim Cari Jejak Harimau Jawa di Tulungagung

Sementara itu, Ander Sumiwi Johana .S.H, pengacara pelapor H. Bambang Suhartono menyatakan bahwa, dirinya belum sama sekali menerima salinan putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur terkait Supadi yang divonis bebas ini.

Malahan, kabar bebasnya kades yang tersangkut kasus penggunaan gelar palsu ini telah tersiar di masyarakat luas.

Pewarta: Muchlis Ubaidhillah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait