Sumpah Pemuda Bagi Guru Honorer | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sumpah Pemuda
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Sumpah Pemuda Bagi Guru Honorer

SATUKANAL.com, KEDIRI – Para pemuda menebar semangat peringatan Hari Sumpah Pemuda di setiap tanggal 28 Oktober. Berbagai kegiatan dan profesi yang dilakukan para pemuda, dapat menjadi inspirasi semangat bagi generasi lainnya.

Salah satu semangat pemuda tersebut dimiliki oleh Auwalyn Noerzuwanda. Perempuan berusia 26 tahun, yang berprofesi sebagai guru honorer di SDN Kebonrejo 2 Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Ia rela setiap hari harus menempuh jarak, sejauh 15 Kilometer dari rumah ke sekolah tempatnya mengajar. Melewati tanjakan tinggi, disebabkan lokasi mengajar berada di lereng Gunung Kelud.

“Yang paling penting punya niat bisa jalankan kewajiban,” kata perempuan yang kerap dipanggil Wanda tersebut, Rabu (28/10/2020).

Wanda, kini berdomisili di Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, memerlukan waktu hampir satu jam untuk sampai di sekolah . Rutinitas seperti itu, ia lakoni pulang pergi setiap hari dengan bersemangat diri.

Baca Juga :  Mengenang Rahmania, Korban Kecelakaan Pesawat asal Kediri
Guru Honorer

Untuk gaji seorang guru bantu honorer, disebutkan hanya sebesar Rp300 ribu per bulan. Dikatakan, gaji tersebut harus mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Sebelum ini, gaji hanya Rp250 ribu  sebagai operator sekolah, namun saya tetap bersyukur. Jadi jangan pandang dari apa yang kita dapatkan, tapi pandanglah dari apa yang bisa kita berikan,” terangnya.

Meskipun demikian, beberapa hal tersebut tidak membuat semangat Wanda surut untuk mengajar para murid di SDN Kebonrejo. Menurutnya, suatu kepuasan tidak terlahir dari sebuah nominal seperti besaran gaji.

Karena sebelum ini, dirinya juga telah mencoba dengan berbagai pekerjaan dengan gaji yang lebih besar daripada guru honorer saat ini.

Disebutkan oleh Wanda, sebelum berprofesi guru ia pernah menjadi petugas SPBU. Serta mendapat penawaran pekerjaan sebagai pegawai administrasi perkantoran, dengan besaran gaji empat kali lipat dari yang diterimanya saat ini. “Saya dulu pernah beberapa bulan menjadi petugas SPBU, tapi ya gitu. Saya masih kurang nyaman meskipun bayarannya besar. Kalau kerja seperti ini meskipun sedikit tapi saya dapat kenyamanan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ucap Wanda.

Baca Juga :  Pemkab Kediri, Tiadakan Pesta Kembang Api Tahun Baru 2021 di SLG

Hingga saat ini, ia tetap menikmati kegiatan sehari-hari menjadi guru honorer tersebut. Apalagi dimasa pandemi seperti ini, mewajibkan sistem daring untuk menerapkan protokol kesehatan.

Beberapa kendala yang dialami beragam. Termasuk kendala signal operator seluler yang menjadi penghubung Wanda dengan para murid. Signal yang buruk membuat Wanda harus sering kali naik-turun lereng gunung, untuk bertatap muka di rumah para murid.

“Sumpah pemuda di masa pandemi seperti ini intinya harus tetap berjuang untuk mencerdaskan anak didik. Bagaimanapun itu, kita harus berusaha melakukan yang terbaik bagi anak didik kita,” pungkasnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait