Sumbangan Fantastis Wasiat Akidi Tio Terus Viral, Netizen: Prank nih? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sumbangan Fantastis Wasiat Akidi Tio di Bank Singapura, Prank nih?
Dokumentasi Humas Polda Sumatera Selatan (Istimewa)
BERITA Kanal Straight

Sumbangan Fantastis Wasiat Akidi Tio Terus Viral, Netizen: Prank nih?

Satukanal.com, Nasional – Baru-baru ini tengah viral di media sosial terkait sumbangan senilai 2 triliun yang diberikan oleh keluarga pengusaha asal Aceh bernama Akidi Tio untuk penanganan pandemi di wilayah Sumatera Selatan.

Nama Akidi Tio lantas trending di laman media sosial twitter Indonesia. Hingga pukul 11.49, Selasa (3/8/2021) sudah lebih dari 14,3 ribu cuitan yang membahas persoalan sumbangan 2 triliun yang diberikan Akidi Tio. Lantas, persoalan apa yang terjadi?.

Sumbangan tersebut menjadi sorotan, usai anak bungsu pria itu, Heriyanti, ditangkap dan dijadikan tersangka kasus sumbangan Rp2 triliun oleh pihak kepolisian.

Pasalnya, Bantuan dari keluarga mendiang Akidi Tio yang diserahkan secara simbolis pada 26 Juli 2021, sampai sekarang belum juga cair.

Netizen banyak berangggapan bahwa sumbangan tersebut sebagai hoaks dan prank (lelucon dengan menipu).

Sebelumnya, sumbangan dana fantastis tersebut diserahterimakan kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021) di Ruang Rekonfu Polda Sumsel.

Sementara, Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro mengatakan, saat ini penyidik tengah menggali motif yang mendasari Heriyanti melakukan hal tersebut.

Baca Juga :  Kuota Gratis dari Kemendikbudristek Tak Bisa Akses 39 Situs dan Aplikasi Ini

Kabar yang berkembang, Rudi Sutadi suami dari Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio mengatakan uang yang akan disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan tidak bisa dicairkan sekaligus. Menurutnya uang tersebut tersimpan di Bank Singapura.

Rudi menjelaskan yang paling penting realitanya. Ia juga menemukan kalau banyak komentar yang masuk di media sosialnya, karena sempat dianggap membuat kegaduhan. Lalu bagaimana kronologi lengkap sumbangan 2 triliun tersebut?

Diketahui, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menjelaskan, sumbangan itu berawal dari komunikasi Prof Hardi Dermawan dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri pada 23 Juli 2021.

Prof Hardi menyampaikan bahwa ada bantuan dari keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Kapolda Sumsel pun menyambut baik hal tersebut, terlebih nominalnya juga sangat fantastis.

Selanjutnya, komunikasi antar keduanya pun berlanjut hingga tanggal 26 Juli 2021. Pada pertemuan tersebut, juga turut berlangsung penyerahan secara simbolis bantuan senilai 2 triliun.

Mengetahui nominal bantuan sangat besar, Kapolda Sumsel mengundang Gubernur Sumsel, Danrem, Kepala Dinas Kesehatan, dan petinggi lain untuk menyaksikan penyerahan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keterbukaan penggunaan bantuan kepada masyarakat.

Baca Juga :  5 Jurus Irit Bensin Untuk Motor Matic, Wajib Dicoba!

“Dana ini untuk Sumsel, bukan untuk beliau (Kapolda Sumsel) dan agar terbuka bantuan orang perorangan. Kapolda menyambut baik masyarakat memberikan bantuan, tidak melihat siapa pun yang memberi,” terang Kombes Pol Supriadi seperti dilansir dari merdeka.com.

Kabar bantuan senilai 2 triliun itu pun tak kunjung cair. Dengan alasan banyaknya proses dalam pencairan. Heriyanti berdalih memiliki giro Bank Mandiri dan akhirnya diundang ke Polda Sumsel untuk klarifikasi progres pencairan.

“Itu giro Bank Mandiri artinya menunggu uang masuk, bukan cek. Kalau cek tunai, jelas uangnya. Sudah jatuh tempo jam 2 tadi jadi kami undang untuk mengetahui ada atau tidak ada uangnya itu,” pungkasnya.

Dirinya menyebut, dalam kasus ini tidak ada istilah prank seperti yang dihebohkan para netizen. Menurutnya, Polda Sumsel masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut mengenai ada atau tidaknya bantuan tersebut.

 

 

Pewarta : Viska
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait