Suksesnya Program OJIR Kini Jadi Percontohan TPAKD Kepulauan Riau - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sebagai Wujud Apresiasi Pemkot Malang Siapkan Reward Bagi Para Vaksinator Covid-19
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Suksesnya Program OJIR Kini Jadi Percontohan TPAKD Kepulauan Riau

Satukanal.com, Malang – Berlokasi di Ngalam Command Center (NCC) Balaikota Malang, telah berlangsung acara Pendampingan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kepulauan Riau. Pada acara tersebut turut dihadiri Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji yang dipercaya menjadi narasumber.

Terpilihnya Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji sebagai narasumber pada acara tersebut didasarkan pada Kota Malang yang telah menerima penghargaan sebagai Kota dengan Inovasi Terbaik dalam Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir pada TPAKD award 2020.

Pada acara video conference tersebut juga turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiarto Kasmuri, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi.

Walikota Sutiaji juga dianggap kredibel menjadi pembicara karena Kota Malang dinilai telah berhasil melaksanakan program TPAKD tahun 2020 utamanya melalui konsistensi program Ojo Percoyo Karo Rentenir (OJIR).

Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa, “Mendapat award di TPAKD 2020 bukan tujuan kami, justru ini menjadi pemicu kami untuk bergerak. Ini akan menjadi kekuatan kita untuk memerangi rentenir,” Ujarnya.

Baca Juga :  Bukan Cuma Mall, Area Publik Lain Bakal Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Selain itu, pada kegiatan yang digelar oleh pihak OJK Provinsi Kepulauan Riau tersebut, Walikota Sutiaji memperkenalkan OJIR sebagai program inovasi yang diterapkan Kota Malang untuk mengatasi solusi keuangan inklusi dari TPAKD Kota Malang agar masyarakat Malang terhindar dari praktik rentenir atau bank tithil.

Program OJIR sendiri dapat digambarkan sebagai salah satu pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan dari Pemerintah Kota Malang untuk masyarakat Kota Malang yang memiliki usaha produktif namun terjerat akan rentenir.

Sehingga, adanya permasalahan ini pemerintah berupaya mengatasinya dengan berkolaborasi bersama Baznas dan BPR Tugu Artha untuk sumber pembiayaan dan mengcover biaya kredit dan bunga pinjaman sehingga debitur hanya membayar pokok pinjaman saja.

Baca Juga :  Mahasiswa FTP UB Manfaatkan Piperin di Cabai Puyang sebagai Balsam untuk Nyeri Otot

Dengan jumlah maksimal pinjaman senilai 10 Juta rupiah dengan maksimal pengembalian dalam 24 bulan.

Adanya program ini, Walikota Sutiaji, juga turut menerima penghargaan nasional Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan Tingkat Kabupaten/Kota 2021, menyampaikan bahwa pada 2020 program OJIR berhasil menjangkau 139 debitur di 21 Kelurahan dan 6 Pasar dengan jumlah pinjaman disalurkan sebesar 531 juta rupiah.

Untuk kedepannya Sutiaji berharap agar hasil pemaparannya tersebut dapat menjadi contoh dan penyemangat bagi 7 kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. “Kepada seluruh daerah, ini (OJIR) bukan sesuatu yang sangat bagus, tapi ini merupakan awal dari apa yang saya lakukan. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bukan menjadi motivasi saja, tapi juga sinergi bagi kita semua,” tegasnya.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska 
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait