Study Membuktikan, Jomblo Lebih Kreatif dan Minim Tingkat Depresi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
lIustrasi jomblo (Foto: Unsplash)
BERITA Kanal Straight

Study Membuktikan, Jomblo Lebih Kreatif dan Minim Tingkat Depresi

Satukanal.com, Jombang – Sudah lumrah jika dalam setiap tahun ada saatnya untuk memperingati hari besar yang jatuh pada hari tertentu. Namun, ada satu perayaan unik yang tepatnya jatuh pada setiap tanggal 11 November, yakni diperingati sebagai Hari Jomblo Sedunia atau All Single Day.

Pemaknaan Single atau Jomblo sangat akrab masuk ke telinga, terlebih bagi kaula muda yang mungkin menjadikan frasa kata ini sebagai bahan candaan ataupun bahan ratapan nasib. Namun, tidak semua tau bahwa, tidak semua orang yang mempunyai status Jomblo itu buruk.

Menurut Koordinator Bidang Pendidikan PSW (Pusat Studi Wanita) Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Siti Arifah, remaja jomblo lebih punya keterampilan sosial yang baik.

“Ada sebuah penelitian, bahwa remaja yang tidak pacaran atau jomblo pada masa SMP dan SMA memiliki keterampilan sosial yang baik dan tingkat depresinya lebih rendah,” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (11/11/2021).

Selain itu, status tanpa kekasih atau jomblo, menurutnya lebih memiliki keuntungan secara psikologis. Para jomblo akan lebih banyak teman dan juga dapat lebih baik dalam menjaga hubungan dengan teman, keluarga, ataupun tetangga dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan.

Baca Juga :  Jelang Liga 3 Jatim, PSID Jalin Kerjasama Dengan Apparel Lokal

“Emosi lebih stabil, karena masalah dalam sebuah hubungan dapat membuat emosi seseorang fluktuatif dibandingkan dengan mereka yang jomblo. Lebih mandiri, Hal ini didasarkan karena mereka lebih terbiasa tidak bergantung dengan pasangan,” katanya.

Kemudian, para jomblo bisa lebih fokus untuk mencapai karier, disebabkan tidak ada gangguan seperti masalah atau drama dalam hubungan. Para jomblo akan lebih fokus pada pendidikan dan pekerjaan mereka, sehingga memiliki waktu yang lebih untuk mengembangkan diri.

“Apapun itu, ia melanjutkan, jomblo karena pilihan atau jomblo karena keadaan, bertahan di status jomblo itu tidak menjadi masalah. Banyak yang memilih jomblo karena memang kemauannya, mereka fokus untuk pengembangan diri, mau sembuh dulu dari “luka” dari hubungan sebelumnya, apapun alasannya, asalkan tidak merugikanmu, maka lakukanlah,” tukasnya.

Baca Juga :  BPBD Jombang Minta Masyarakat Antisipasi Bencana Sejak Dini

Sebagai informasi, tanggal 11 November sendiri biasanya diperingati sebagai Hari Jomblo Sedunia atau All Single Day. Lebih jauh tentang Hari Jomblo sedunia, mulanya dicetuskan oleh seorang mahasiswa jomblo di Nanjing University, China pada tahun 1993.

Penduduk di China menyebut peringatan ini dengan Guanggun Jie. Mereka berpikir bahwa status jomblo tidak seharusnya diratapi, melainkan dirayakan bersama. Di situlah, diharapkan para jomblo ini tetap bangga dengan statusnya.

Selain itu, dilansir dari Vox, 11 November dipilih karena jejeran angka satu seolah-olah menggambarkan kehidupan orang-orang single alias jomblo. Sejarah Hari Jomblo Sedunia menurut Alibaba yakni sebagai bentuk perayaan status jomblo, tidak sedikit orang-orang di China melakukannya dengan berbelanja dan berpesta.

Dengan menyadari potensi tersebut, Alibaba dan pendirinya Jack Ma, menggunakan peringatan Hari Jomblo Sedunia menjadi momentum festival belanja untuk meraup keuntungan.

 

Pewarta: Anggit Puji
Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait