Strategi Pemkot Batu Mengantisipasi Banjir Bandang Susulan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kawasan yang mengalami alih fungsi ini menjadi PR Pemkot Batu agar bisa kembali berfungsi sebagai kawasan resapan air. (foto: Pro Fauna)
BERITA Kanal Highlight Kanal Lipsus

Strategi Pemkot Batu Mengantisipasi Banjir Bandang Susulan

Jangka pendek, Pemkot Batu akan melakukan susur sungai untuk memantau bendung alam. Jangka panjang, memperkuat kawasan resapan air dengan mengarahkan penanaman di kawasan hulu.

satukanal.com, BatuLutfia Indah

INI baru awal La Nina. Diprediksi, cuaca ekstrem bakal menunjukkan grafik meningkat. Memuncak pada awal tahun 2022. Maka sejumlah langkah dipersiapkan Pemerintah Kota Batu untuk mengantisipasi bencana di masa mendatang.

Jangka pendek, Pemkot bersama TNI-POLRI dan Basarnas akan melakukan susur sungai. Tujuannya, melihat titik-titik yang berpotensi masih terdapat sumbatan atau bendung alam akibat longsor dan banjir.

Susur sungai ini juga dibarengi dengan pembersihan sisa-sisa pohon tumbang pada aliran sungai bekerjasama dengan dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan. Pembersihan sisa pohon tumbang dapat meminimalisir

Dewanti Apresiasi Kali Tematik Sekarputih
Walikota Batu Dewanti Rumpoko (Foto: Humas Pemkot Batu/ Satukanal.com)

Sementara untuk jangka panjang, Pemkot menyoroti alih fungsi lahan di bagian hulu. Walikota Batu Dewanti Rumpoko berharap warga setempat menghindari pembukaan perkebunan semusim. Jika ingin memanfaatkan lahan sebagai sumber perekonomian tanaman bisa diganti dengan pohon berbatang kayu seperti mangga, alpukat, kopi, dll.

Pemerintah Kota Batu memiliki program satu nama satu pohon, di mana bibit sudah dipersiapkan sehingga apabila terdapat petani yang hendak melakukan penanaman pohon buah akan disediakan oleh Pemkot Batu.

“Tapi ke depan di tempat yang sangat rawan untuk bisa terjadi longsoran yang menyebabkan banjir di bawah, kami mohon tanaman semusim untuk tidak ditanam lagi. Tetapi diganti tanaman yang lainnya yang punya akar kuat seperti kopi, dll.” imbuh Dewanti.

Upaya Pemkot Batu itu menindaklanjuti saran dari BNPB. Demi mencegah terjadinya bencana seperti kemarin, BNPB menyarankan supaya warga setempat untuk melakukan penanaman pohon dengan batang keras dan berakar kuat pada lokasi pinggiran, bagian atas lereng tebing terutama pada kawasan kebun semusim.

Dilema muncul ketika masyarakat harus menyambung hidupnya dengan ditopang dari alam namun di satu sisi pembukaan perkebunan semusim apabila dilakukan di kawasan lindung bisa berdampak pada kerusakan ekologi.

Sedangkan pada banjir yang menimpa Kota Batu, terdapat 22 korban yang terdampak dan tujuh orang meninggal dunia telah dievakuasi. Sampai pada saat konverensi pers masih belum terhitung berapa kerugian yang didapatkan namun Pemkot Batu menyebutkan akan mengupayakan bantuan material kepada rumah yang terdampak dengan menyesuaikan anggaran yang ada.

“Kita akan evaluasi dulu apakah rumah ini pembangunannya sesuai atau tidak dengan peruntukannya. Kalau itu di bantaran sungai yang membahayakan maka kita tidak merekomendasi. Ketika masih bisa dibangun, pemerintah akan berusaha untuk membantu secara materialnya,” imbuh Dewanti Rumpoko. (*)

Editor : Danu Sukendro

Menelisik Sebab Musabab Air Bah yang Menerjang Kota Batu

Baca Juga :  Salam Pembuka La Nina yang Menyapa Batu

Banjir bandang yang menerjang Kota Batu Kamis (4/11/2021) sore terhitung paling dahsyat di kota wisata tersebut. Berbagai pihak berupaya menelusuri apa penyebab banjir bandang untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.

Selengkapnya

Salam Pembuka La Nina yang Menyapa Batu

Bermula dari hujan ekstrem mencapai 80,3 milimeter selama dua jam. Banjir Bandang Batu yang merenggut tujuh nyawa dan merusak puluhan rumah bagian awal dari La Nina. BMKG memprediksi puncak La Nina pada Januari – Februari 2022.

Selengkapnya

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Besar Kota Batu, Pemkot: Pedagang akan dapat tempat secara gratis

Ketika Bendungan Alam di Kaki Gunung Arjuno Jebol

Hujan berintensitas tinggi akibat dari La Nina membuat kawasan hulu longsor di sejumlah titik yang menyebabkan terjadinya bendungan alam pada aliran sungai.

Selengkapnya

 

150 Hektar Lahan Beralih Fungsi, Hambat Resapan Air di Bagian Hulu

Banjir bandang Batu merupakan dampak dari alih fungsi lahan pada kawasan resapan air. Data WALHI menyebutkan, sekitar 150 hektar kawasan hutan pada hulu sungai dialihfungsikan menjadi ladang dan lahan pertanian.

Selengkapnya

Strategi Pemkot Batu Mengantisipasi Banjir Bandang Susulan

Jangka pendek, Pemkot Batu akan melakukan susur sungai untuk memantau bendung alam dan pembersihan pohon tumbang. Berikutnya, mengupayakan untuk menjaga resapan air di hulu.

Selengkapnya

Kanal Terkait