Stop Bullying, PGRI Kota Malang Inisiasi Pembentukan Agen Perubahan di Tiap Sekolah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Guru BK dan agen perubahan akan memerangi praktik bullying di sekolah. (foto: Lutfia/satukanal.com)
Seperti temanya, PGRI PGRI Malang mengharapkan 'Sekolah Nyaman Tanpa Perundungan' (foto: Lutfia Indah/satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Stop Bullying, PGRI Kota Malang Inisiasi Pembentukan Agen Perubahan di Tiap Sekolah

Satukanal.com, Malang – Dalam rangka memerangi perilaku bullying, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kota Malang membentuk tim khusus untuk mengkampanyekan sekolah yang aman dan ramah bagi para siswanya.  Tim agen perubahan itu dibentuk di masing-masing sekolah untuk mengantisipasi terjadinya bullying bagi siswa.

Ide itu dilontarkan PGRI dalam seminar guru BK PGRI Malang dengan tema ‘Sekolah Nyaman Tanpa Perundungan’ pada peringatan Hari Guru dan Hari PGRI ke-76 di Universitas Kanjuruhan Malang, Kamis (18/11/2021).

“Jadi mulai bentuk seperti kesewenangan guru kepada murid atau sebaliknya, harapannya bisa tereliminasi,” ujar Lukman Hakim, wakil sekretaris 2 PGRI Malang .

Dengan diselenggarakan acara untuk para guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK ini, juga menjadi sebuah langkah awal untuk membentuk gerakan sekolah menyenangkan di Malang Raya. Lukman Hakim juga menjelaskan bahwa semua unsur akademik mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan, memiliki tanggung jawab yang lebuh untuk menjadikan sekolah sebagai taman pendidikan, taman bermain dan taman penguatan skill kompetensi yang menyenangkan bagi para siswa.

Baca Juga :  Hidup Sebatang Kara, Nenek di Mojokerto Dapat Bantuan Bedah Rumah

Oleh karena itu perlu dibentuk sebuah tim yang berperan menjadi agen perubahan di masing-masing sekolah untuk menjadi penguat bagi teman sebaya para siswa. Tim agent of change nantinya akan menyertakan perwakilan murid dari masing-masing kelas. “Tujuan terbentuknya tim ini adalah untuk antisipasi sekaligus sebagai agen perubahan dalam mewujudkan siswa yang terbebas dari tindak bullying,” kata Lukman yang juga menjabat Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Malang ini.

Charista Ahmad Zikri, salah satu perwakilan agen perubahan SMK PGRI 3 Malang  memberikan solusi bagi siswa yang mengalami perundungan. Mereka memiliki dua opsi, bisa mereka lapor ke guru BK kesiswaan, atau ke tim agen perubahan. “Misalkan mereka tidak berani ke guru BK atau takutnya jika sama guru tidak terlalu terbuka, mereka bisa terbuka ke sesama mereka,” ungkap Charista.

Baca Juga :  Digelar Tanpa Suporter, Liga 3 Jatim di Stadion Gajayana Tetap Dijaga Ketat

Charista juga menjelaskan bahwa pendekatan yang mereka gunakan adalah selayaknya teman sebaya, tidak dengan cara senioritas maupun membawa nama organisasi. Metode seperti ini mereka lakukan guna tidak tercipta dinding pembatas antara mereka dengan teman-teman sekolah yang lain.

“Kita rundingan dulu apa yang bisa kita lakukan ke guru fasilitator. Kita punya guru fasilitator, kita bekerjasama mengajak guru fasilitator kita, gimana enaknya karna guru fasilitator kan termasuk dari guru BK kesiswaan,” lanjut Charista. (*)

Pewarta : Lutfia Indah

Editor : Danu S

Kanal Terkait