Stadion Canda Bhirawa Pare Minim Fasilitas Jadi Sorotan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG-20191226-WA0039-940x640
BERITA STRAIGHT NEWS

Stadion Canda Bhirawa Pare Minim Fasilitas Jadi Sorotan

SATUKANAL, KEDIRI – Kondisi Stadion Canda Bhirawa Pare, Home base Persedikab menjadi sorotan banyak pihak lantaran selama ini minim sentuhan dari pemerintah.

Kondisi minimnya fasilitas stadion tersebut juga sempat membuat Persedikab tim sepak bola kebanggaan Kabupaten Kediri beberapa kali harus pindah kandang ke salah satu Stadion di Blitar.
Nnnmm

Hal ini pun memantik masyarakat dan wakil rakyat yang mendorong agar markas tim sepakbola asal Kabupaten Kediri itu untuk segera dilakukan renovasi.

Seperti yang diutarakan oleh Zainul Mustaqim salah satu pendukung fanatik Persedikab Kabupaten Kediri. Ia berkomentar, jika Stadion Canda Bhirawa Pare, seharusnya mendapat perhatian dari pemerintahan untuk dilakukan renovasi total. Mengingat, prestasi bagi skuat Bledug Kelud julukan Persedikab telah terlihat menjanjikan selama 2 tahun terakhir.

“Untuk mengembalikan euforia serta prestasi persepakbolaan Kabupaten Kediri harusnya dimulai dari renovasi pembangunan stadion. Jika stadion tergarap dengan baik maka seiring dengan itu euforia serta prestasi Kabupaten Kediri akan kembali terangkat mengingat sarana dan prasarana sangat memadai bagi para atlet untuk berlatih,” ujarnya.

Tak hanya pendukung fanatik saja yang bercuit tentang kelayakan stadion Canda Bhirawa. Melainkan juga dari Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri Taufik Chavifudin. Dalam hal tersebut, Taufiq menilai, bahwa stadion milik Pemkab Kediri ini sudah tidak layak menjadi stadion yang digunakan untuk pertandingan liga kelas nasional.

Banyak fasilitas stadion yang dinilai kurang standar untuk menggelar pertandingan termasuk di Liga 3 ini. “Sebenarnya saya sudah usulkan sejak 2010, saat masih menjabat Wakil Ketua PSSI Pengurus Cabang Kabupaten Kediri,” kata politisi yang juga ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPC Kabupaten Kediri ini.

Hanya saja, usulan itu hingga saat ini belum terealisasi. Padahal, menurut Taufik, sudah seharusnya Kabupaten Kediri memiliki stadion yang berstandar nasional. Bahkan ia menyebut, Stadion Canda Bhirawa bukan layaknya stadion.

“Itu kelas lapangan hanya cocok untuk menggelar acara-acara seremonial saja,” tandasnya.

Jika melihat sejarah, stadion yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Pare ini pernah digunakan sebagai venue pertandingan liga kasta tertinggi di Indonesia. Saat itu pada tahun 1997. Saat Persedikab mampu menjadi salah satu tim yang bertanding di Liga Kansas yang saat ini menjadi Liga 1.

Taufik pun mengutarakan, seharusnya pemerintah daerah sudah seharusnya untuk memikirkan perkembangan serta perbaikan persepakbolaan di Kabupaten Kediri yang di mulai dari perbaikan fasilitas stadion yang memadahi salah satunya.

“Yang bisa dilakukan Pemkab adalah membantu renovasi Stadion Canda Bhirawa agar layak untuk menggelar pertandingan level nasional. Lampu, ruang ganti pemain, ruang konferensi pers dan sarana penunjang yang lain seperti penambahan bangku penonton,” urainya.

Memang, di musim ini Persedikab belum berhasil mendapat tiket melaju ke jajaran 8 besar pada Liga 3. Hanya saja, pencapaiannya di tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya. Mereka berhasil menembus babak 16 besar dan secara otomatis akan langsung melakoni Liga 3 babak Pra-Nasional di musim depan. Padahal, di musim ini pula tim berjuluk Bledug Kelud ini sangat minim dalam hal finansial. Hanya mengandalkan semangat dan tekad manajemen, pelatih, pemain dan dukungan dari masyarakat yang membuat tim ini mampu melaju hingga babak 16 besar.

Pewarta: M Ubaidhillah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait