Sosok Maning, Srikandi Pemoles Sepak Bola dan Futsal Putri di Malang Raya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sosok Maning, Srikandi Pemoles Sepak Bola dan Futsal Putri di Malang Raya
BERITA Kanal Figur Kanal Highlight

Sosok Maning, Srikandi Pemoles Sepak Bola dan Futsal Putri di Malang Raya

Satukanal.com, Malang – Nahkoda pengolah kulit bundar lazimnya memang seorang pria. Namun, bagaimana jika kaum hawa yang memulainya. Adalah Siti Sumarni sosok wanita tangguh yang mendobrak tradisi dominasi laki-laki di dunia kepelatihan sepak bola. Wanita yang akrab disapa Maning ini merupakan pencetus awal olahraga sepak bola dan futsal putri di Malang raya.

Cinta pertama pada sepak bola bermula ketika Maning menempuh bidang studi di sekolah guru olahraga (SGO) Malang. “Awalnya hobi, tapi lama-lama cinta. Apa pun yang saya lakukan untuk sepak bola, saya senang,” terangnya.

Pada tahun 1999, Maning memulai karir kepelatihannya. Persatuan Sepak Bola Kabupaten Malang (Persekam) adalah klub sepak bola putri pertama yang dinahkodainya. Seiring berjalannya waktu, hasil dari ketelatenannya terlihat. Beberapa tim sepak bola putri lahir di Kota Apel ini: Putri Kanjuruhan, Metro Putri dan Persema.

Maning fokus membangun pembinaan sepak bola putri yang dulunya tak tersentuh. Olahraga yang dulunya sangat identik dengan kaum pria, mulai terwanai dengan adanya para ‘Ongis Kodew‘.

Baca Juga :  Guru TK Tersandung Pinjol, Ini Insentifnya Tiap Bulan

Selama menangani sepak bola putri, Maning menghadapi kendala kesulitan pendanaan dalam membangun tim. Ketersediaan dana tak berbanding lurus dengan jumlah atlet yang ada. Alhasil, dia banting setir ke cabang olahraga futsal di tahun 2011. Klub futsal putri Kota Malang adalah tim pertama yang dia latih waktu itu.

Kehadiran Maning langsung menuai hasil. Pada tahun pertama menangani tim futsal, dia membawa skuad asuhannya juara tiga Piala Menpora di Jakarta. Setiap even yang diikuti , tim Kota Malang hampir tak pernah terlewatkan untuk naik podium.

Sebuah rentetan prestasi yang tak lepas dari perjuangan panjang. Wanita yang tinggal di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ini menanamkan semangat berlatih pada anak asuhnya. “Kuncinya, kami selalu mengadakan latihan. Entah ada maupun tidak ada kejuaraan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menparekraf Sandiaga Terima Tantangan Wagub Hadirkan Investasi Senilai Rp 1 triliun

Realitasnya, melatih tim wanita tidak segampang melatih putra. Banyak hal yang harus diperhatikan saat menghadapi perempuan. Masih labilnya emosi remaja putri. Belum lagi kondisi halangan yang selalu dijumpai.

Kuncinya, Maning harus sabar menghadapi para pemain. Jika hal tersebut tak dilakukannya, banyak pemain putri yang rontok. Sementara, ketersediaan atlet sepak bola putri sangat minim. Ke depannya, Maning ingin tetap mengembangkan pembinanaan sepak bola dan futsal di tanah kelahirannya.

Dia mengaku sangat senang bisa bersama anak asuhnya dan memberi dampak baik pada kehidupan mereka. “Saya merasa punya kewajiban untuk mereka. Semoga olahragawati bisa lebih diperhatikan lagi ke depannya, karena kami juga bisa membawa kebanggaan untuk Kota ini,” pungkasnya

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait