SATUKANAL.COM
BERITA ISU PILIHAN

Soroti Peluang Incumbent untuk Menang, Pakar Politik UMM Beri Catatan Khusus untuk Pilbup Malang 2020

SATUKANAL, MALANG – Pesta demokrasi di daerah-daerah khususnya Jawa Timur bakal dimulai beberapa bulan lagi, termasuk Kabupaten Malang.

Meski saat ini masih terlihat adem ayem, namun beberapa partai telah memunculkan sejumlah kandidat calon Bupati Malang.

Tak ketinggalan figur yang memilih strategi kursi N1 lewat jalur independen.

Sang incumbent (petahana), HM Sanusi yang kini menggantikan Rendra Kresna sebagai Bupati Malang pun turut meramaikan Pilbup 2020.

Saat ini Sanusi mulai merapat ke beberapa partai.

Manuver politik yang dilakukan incumbent menjadi sorotan Pakar Tata Kelola Pemerintahan UMM, Yana Syafriana Hijri.

Ia menyebut jika Sanusi sangat diuntungkan dalam Pilbup ini.

Baca Juga :  Golkar Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati Kediri, Pasangan Mujahid - Eko Langsung Daftar di Hari Pertama

“Kenapa bisa diuntungkan? Karena dia (Sanusi) sudah mempunyai modal politik, ekonomi dan sosial. Tinggal bagaimana strategi yang nantinya akan dimenangkan,” katanya saat ditemui di UMM, Kamis (13/2).

Dosen Ilmu Politik ini pun menyatakan strategi yang harus dilakukan Sanusi apabila ia terpilih menjadi Bupati Malang adalah bersinergi dengan kepala daerah di Malang Raya.

Hal ini guna membangun infrastuktur kabupaten lebih baik lagi.

“Saya kira percuma nanti kalau nggak bersinergi. Misalnya untuk masalah administrasi di kecamatan Pujon hingga Kesembon, harus bersinergi dengan Kota Batu, karena letaknya berdekatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPC PDIP Kabupaten Kediri Ancam Beri Sanksi Berat Kadernya yang Terbukti Membelot pada Pilbup 2020

Selain sinergi antar kepala daerah, Yana menyebut jika pemimpin harus visioner agar pembangunan daerah terus berkelanjutan.

Kemudian tak hanya menyiapkan strategi pembangunan di eranya, melainkan juga kepemimpin pengganti selanjutnya.

“Kalau bisa dia mempersiapkan daerahnya itu tidak hanya ketika kepemimpinannya dia, ya tapi selanjutnya dengan perencanaan yang matang. Sebenarnya kampus-kampus di daerah juga harus berkontribusi untuk pembangunan daerah itu. Terkadang kan nggak seperti yang diharapkan, masing-masing punya pekentingannya sendiri,” tandasnya.

Pewarta : Lisdya

Editor : Heryanto

  • : Pakar Tata Kelola Pemerintahan UMM, Yana Syafriana Hijri. (Lisdya)

Kanal Terkait