SATUKANAL.COM
Pariwisata Kabupaten Malang
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Soroti Pariwisata Kabupaten Malang, Perguruan Tinggi: Konsepnya Mau Dibawa ke Mana Dulu

Satukanal.com – Potensi besar pariwisata Kabupaten Malang yang masih perlu penanganan serius juga saatnya untuk memiliki konsep jelas. Melalui konsep yang jelas, suatu destinasi wisata yang akan dibangun dan dihidupkan dengan kegiatan akan menyentuh sisi manfaat bagi pertumbuhannya. Ujungnya adalah destinasi wisata akan berkembang dan membuat masyarakat menikmati hasilnya. Hal ini pula yang jadi bahan kritik atas pembangunan pariwisata, sehingga berbagai pihak di luar pemerintahan daerah pun dilibatkan secara berkelanjutan. Baik dari kalangan perguruan tinggi yang ¬†tidak hanya dilibatkan dalam proses awal atau seremonial maupun para pihak swasta yang akan menjadi calon para investor dari dalam negeri. Ini terlihat dari kiprah Plt Bupati Sanusi saat mengajak berbagai pihak di luar pemerintahan melihat pertumbuhan wisata Pantai Modangan, beberapa waktu lalu. Sanusi meminta masukan lebih detail terkait pembangunan pariwisata. “Kami butuh masukan dari luar agar pariwisata kami semakin berkembang. Misalnya di Pantai Modangan ini. Harapannya agar investasi tumbuh dan pariwisatanya semakin maju,” ucap Sanusi. Harapan itu pun ditanggapi oleh rektor salah satu perguruan tinggi swasta Malang, Prof Dr Maskuri Bakri. Dia menyatakan bahwa pembangunan pariwisata harus dipastikan dulu konsepnya. “Konsepnya mau dibawa ke mana dulu. Ini harus jelas, seperti di Modangan dengan pesona alamnya ini,” ujar Maskuri. Menurut dia, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya sekadar memperkenalkan apa adanya serta bertumpu pada karunia alam yang indah saja. Tapi, membutuhkan konsentrasi mendalam dan kajian-kajian yang membuat lokasi wisata memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat luas.
Baca Juga :  Libur Panjang, Satgas Covid Kabupaten Kediri Fokus Awasi Tempat Wisata
Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya dan ruang harus melalui kajian intensif serta didasarkan kesesuaian potensi biofisik lahan dan potensi objek dan atraksi wisata alam yang ada di lokasi tersebut. Maskuri melanjutkan, sebelum melakukan branding, diperlukan adanya beberapa hal yang akan membuat pariwisata memiliki daya tarik yang kuat. Pertama, pembuatan lanskap di lokasi wisata yang disesuaikan dengan potensi alam yang ada. “Berikutnya mengenai sosiologi masyarakat sekitar lokasi serta memperkenalkan budaya dan kuliner khas setempat. Hal itu tentunya membutuhkan sebuah konsep yang jelas melalui kajian-kajian yang komprehensif terlebih dahulu,” ujarnya. Tanpa adanya konsep yang jelas dan komprehensif, maka seindah apa pun pemandangan alam yang dimiliki, tidak akan membuatnya menjadi destinasi pariwisata yang akan membuat jatuh cinta wisatawan. Hal ini pula yang menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Malang terkait pariwisata yang jadi program strategis pembangunannya sampai 2021 datang. Sektor pariwisata tidak hanya mengandalkan atraksi-atraksi wisata yang sifatnya seremonial birokrasi, tanpa adanya pelibatan secara berkelanjutan. Apabila para pemangku kebijakan hanya berkepentingan pendek, maka tujuan besar pariwisata yang jadi tumpuan hanya akan membuat “frustasi” masyarakat sekitar lokasi wisata.
Baca Juga :  Hari Ini, Bioskop Di Kota Malang Diizinkan Beroperasi Kembali
Sanusi pun menerima beberapa masukan dalam pengembangan pariwisata tersebut. Misalnya, terkait pembuatan lanskap di Pantai Modangan. “Kami setuju dengan usulan tersebut. Saya minta kepada Bappeda untuk menyusun dan mengkaji hal itu. Dinas terkait juga agar bisa bersama mewujudkan hal itu. Sehingga tujuan dari pembangunan pariwisata bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Sanusi. Yusron Firmanzah, salah satu investor asal Malang, juga menyampaikan hal serupa. Bagi para investor, saat akan menanamkan sahamnya, tentu melihat terlebih dahulu lokasi yang akan di sasarnya. Terkait sektor pariwisata di Pantai Modangan, misalnya, dirinya menilai masih banyak hal yang perlu dilakukan oleh Pemkab Malang. “Akses jalan ya yang perlu menurut saya diperbaiki. Sehingga akan menarik investor masuk. Selain infrastruktur pendukung lainnya, seperti air bersih juga,” ungkapnya yang juga menyebut iklim investasi di Kabupaten Malang terbilang cukup bagus. Tanpa adanya konsep yang jelas dan disesuaikan dengan sumber daya serta daya dukung yang ada dan hanya melakukan pengulangan-pengulangan kegiatan yang sifatnya seremonial dan sulit untuk dievaluasi secara angka terhadap pariwisata itu sendiri, kekayaan luar biasa pariwisata Kabupaten Malang masih harus menunggu lama untuk menjadi salah satu daerah tujuan wisata berskala nasional atau mancanegara. Terutama di wilayah pesisir pantai Malang Selatan yang masih menjadi primadona pariwisata Kabupaten Malang sampai saat ini.

Kanal Terkait