Soal Guru Pinjol, Disdik : Yang bersangkutan Mengundurkan Diri Bukan Dipecat - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Soal Guru Pinjol, Disdik : Yang bersangkutan Mengundurkan Diri Bukan Dipecat
Kadisdikbud Suwarja saat ditemui di Hotel Ijen Suite, Rabu (19/5)/foto: Chosa Setya
BERITA Kanal Viral

Soal Guru Pinjol, Disdik : Yang bersangkutan Mengundurkan Diri Bukan Dipecat

Satukanal.com, Malang – Usai dihebohkan soal guru pinjol menimpa salah seorang guru TK di Kota Malang yang diberondong 24 debt collector akibat pinjaman online (pinjol), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM angkat bicara.

Ditemui usai Forum Lintas Perangkat Daerah Kota Malang, Rabu (19/5), Suwarjana mengungkapkan pihaknya tidak pernah menerima laporan keluhan dari tenaga pendidik bersangkutan. Dia juga menegaskan guru yang bersangkutan mengundurkan diri bukan dipecat seperti yang ramai diperbincangkan.

“Justru kita tahu setelah teman-teman media ngangkat beritanya. Karena bahkan hingga saat ini kita belum terima laporan dari yang bersangkutan. Tapi yang pasti beliau mengundurkan diri tidak dipecat,” ujar Suwarjana.

Baca Juga :  Akselerasi Vaksinasi Melalui Perguruan Tinggi

Meski demikian, pria asal Kota Bantul itu menuturkan pihaknya telah berkomunikasi dengan yayasan tempat guru tersebut mengajar. “Guru tersebut kan dari swasta, secara kepegawaian tidak tercatat di kami makanya kita langsung hubungi yayasan bersangkutan. Tapi kan tetap menjadi tanggung jawab kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji direncanakan bakal mengunjungi guru tersebut. Kepada awak media Sutiaji mengungkapkan Pemerintah Kota Malang tetap akan memberi bantuan meski hutang yang bersangkutan saat ini telah dinyatakan lunas.

“Sebenarnya yang resmi itu hanya 4, sisanya itu ilegal. Nah, keempat sebenarnya sudah lunas. Jadi biar yang tidak resmi itu tidak usah dibayar supaya jera,” tuturnya

Baca Juga :  Perpanjangan PPKM Darurat, Sutiaji Tegaskan Belum Ada Arahan Resminya

Sejalan dengan Disdikbud Kota Malang, politikus partai Demokrat itu juga menghimbau agar tenaga pendidik maupun satuan pendidikan tak ragu untuk melapor jika ada masalah. Hal ini ditujukan agar tidak terulang kejadian yang sama di kemudian hari.

Diketahui, Pada tahun 2020, sekolah meminta syarat ijazah S1 agar dirinya tetap bisa mengajar di sekolah tersebut. Sementara itu, gaji per bulan yang ia terima sebagai guru TK hanya Rp 400.000 per bulan.

Sehingga, Guru TK tersebut terpaksa meminjam uang di aplikasi pinjaman online untuk kebutuhan biaya kuliah S1 nya per semester mencapai Rp 2.500.000.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait