Soal Bandara, Bupati Dhito: Target 2023 Sudah Komersial Fly - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Soal Bandara, Bupati Dhito: Target 2023 Sudah Komersial Fly
Bupati Dhito mengecek Progres Pembangunan Bandara (Istimewa)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Soal Bandara, Bupati Dhito: Target 2023 Sudah Komersial Fly

SATUKANAL.com, KEDIRI Mega proyek bandar udara Kabupaten Kediri terus berjalan, hingga detik ini pengerjaannya telah mencapai 51 persen dari seluruh total pembangunan.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, apabila progres pembangunan sesuai dengan target, pada awal 2023 mendatang bandara Kediri bisa mulai beroperasi.

“Target Gudang Garam, tahun 2023 sudah mulai komersial fly,” kata Bupati Dhito saat melakukan pengecekan di area bandara.

Dia juga mengatakan, meskipun tidak ada gangguan dalam pembangunan ternyata masih ada beberapa lahan bandara yang belum terbebaskan. Jika dihitung lahan tersebut masih kurang 0,4 persen dari total keseluruhan bandara.

“Gudang Garam sudah mengkomunikasikan dengan baik dengan pihak yang terkena pembebasan dan progesnya cukup baik,” terangnya.

Tak hanya memantau proses pembangunan, putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu juga melihat dua buah sungai yang kebetulan melintasi kawasan bandara. Tanpa mengurangi fungsi sungai, sebagai sarana pengairan, pihak Gudang Garam membuatkan sebuah jalur alternatif untuk jalan lintasan Sungai Kolokoso dan Sungai Hadisingah.

“Memang di bandara yang kita lewati ini, ada dua aliran sungai yang dilewati. Sudah dibuatkan alternatifnya oleh Gudang Garam yaitu, Sungai Kolokoso dan Sungai Hadisingah. Untuk bencana banjir, jangan disalahkan bandara, karena sumber mata airnya yang mulai berkurang. Di atas lereng Gunung wilis itu awalnya ditanami pohon, tapi sekarang diganti tanaman bawang merah,” jelas Mas Bup.

Baca Juga :  Jenazah KH Agus Sunyoto Dimakamkan Di Kediri

Belakangan, banjir terjadi di wilayah sekitaran proyek Bandara Kediri. Untuk mengatasinya, Dhito bakal segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk diajak berdiskusi. Salah satu gagasan alternatifnya berupa pembangunan embung di sekitar bandara sebagai langkah mengatasipasi banjir di musim penghujan dan bencana kekeringan pada musim kemarau.

“Saya sedang rembukan dengan PUPR, supaya dibuatkan dua embung besar di dekat bandara. Kalau musim kemarau, fungsinya untuk mengalirkan air, sekaligus mencegah banjir. Kita lakukan DED dulu dan prosesnya panjang,” tegas Mas Bup.

Terpisah, Direktur PT SDI, Maksin Arisandi, mengaku progres pembangunan Bandara Kediri berjalan sesuai target. Saat ini untuk pengerjaan tanah yang rencana mau dibangun bandar udara sudah sekitar 51 persen. “Total pengerjaan sudah mencapai 51 persen, dengan target kita sudah tercapai. Seharusnya sampai awal 2023 sudah selesai,” kata Maksin Arisandi.

Ia juga menambahkan, dalam pengerjaan proyek tersebut juga melibatkan langsung warga sekitar. Ada lebih dari 50 persen warga di daerah yang terdampak langsung proyek pembangunan bandara dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. Empat desa itu meliputi, Desa Jatirejo di Kecamatan Banyakan, Grogol di Kecamatan Grogol, Bulusari dan Tarokan di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  BI Kediri Siapkan Uang 2,76 T Untuk Ditukar

“Fokusnya pemberdayaan masyarakat sekitar. Kalau warga sekitar yang tidak memenuhi kualifikasi pasti akan libatkan mereka. Karena, kenapa harus mengambil yang jauh jika ada yang dekat,” tegasnya.

Bandara Kediri menjadi tempat penerbangan pertama di Indonesia yang dibangun 100 persen dana investasi pihak swasta yakni, PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk Kediri dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300-400 hektare

Groundbeaking atau tanda dimulainya proyek Bandara Kediri dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, pada 15 April 2020 lalu. Agenda peletakan batu pertama itu terpaksa digelar secara daring karena pandemi Covid-19.

 

 

 

 

Pewarta : M. Ubaidhillah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait