SATUKANAL.COM
Situs kuno
Kabid Sejarah Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Situs kuno di Lokasi Bandara Grogol Bakal Dilestarikan di Area Taman Hijau

SATUKANAL, KEDIRI – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri memastikan keberadaan situs kuno yang ditemukan di lokasi bakal Bandara Kabupaten Kediri aman.

Rencananya, situs kuno tersebut akan dibangun menjadi area taman hijau bandara. Hal tersebut disampaikan Kabid Sejarah Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko usai rapat koordinasi dengan sejumlah pihak, Kamis (12/3/2020).

Koordinasi tersebut dilakukan senyampang ramainya isu di media sosial yang mengkhawatirkan kelanjutan temuan situs oleh warga sekitar. “Intinya, situs tersebut aman. Juga bukan jalur runway, bukan landasan pacu,” tegas Yuli.

Cetak biru pembangunan bandara, termasuk master plan, kata Yuli, sama sekali tidak mempengaruhi keberadaan situs. Saat ini, pihaknya bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur sedang merencanakan ekskavasi lanjutan dalam waktu dekat.

Batu besar yang terdapat di lokasi situs yang terletak di bibir sungai Jamblangan tersebut diyakini Yuli menjadi pembuka adanya situs yang lain.

“Di situ ada bekas batu, yang harusnya bagian atasnya ada patungnya. Entah belum ketemu atau masih terpendam, itu yang harus dicari,” ujar Yuli.

Yuli belum menyebut kapan ekskavasi akan dilakukan. Namun, Yuli sudah meminta tiga camat di sekitar situs tersebut, yakni Camat Tarokan, Grogol, dan Banyakan untuk lebih peka terhadap temuan. Barangkali, rangkaian peninggalan sejarah tersebut masih tersebar di sekitar situs yang dulunya merupakan patirtan tersebut.

Baca Juga :  Tak Kapok, Kali Kedua Pengedar Narkoba Asal Kediri Ditangkap

Yuli bersyukur bahwa situs tersebut tidak berada di landasan pacu. “Kalau sampai di runway, (sudah kami siapkan) penanganannya, didata, dicatat, dokumentasi, dan kalau anggarannya ada, dipindahkan. Tapi untungnya bukan di runway,” sebutnya.

Lokasi situs tersebut, imbuh Yuli, akan dibangun taman hijau. Sehingga, pengunjung bandara sembari menunggu pesawat dapat mengetahui warisan sejarah tersebut.

Terlebih, jika menilik master plan, lokasi situs akan sangat dekat dengan bangunan terminal. “Akan kami beri keterangan sejarah, jadi untuk edukasi pengunjung bandara,” katanya.

Situs di Desa Grogol tersebut diyakini sebagai warisan patirtan era Kerajaan Kediri. Kesimpulan sementara ini disampaikan setelah mengetahui ukuran bata merah yang ditemukan, yakni 176 cm x 85 cm.

Wilayah barat sungai di era Kerajaan Kediri banyak digunakan sebagai tempat ibadah. Sementara, pemukiman banyak berada di timur sungai. Sungai Jamblangan terbentuk akibat titik temu air. Di masa itu, teknologi irigasi disebut sangat maju.

Baca Juga :  Gubernur Umumkan Sebaran Corona di Jatim, Malang Masuk Zona Merah

“Itu kenapa sangat penting untuk kami selamatkan. Aliran air akan kami kembalikan ke saluran, sehingga air bisa keluar dari patirtan itu seperti semula. Bisa lebih indah,” pungkas Yuli.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelamatan dan Pengamanan Cagar Budaya BPCB Jawa Timur Nugroho Harjo Lukito menyebut, peninggalan arkeologi berupa struktur di Grogol tersebut memiliki nilai penting untuk cagar budaya. Nugroho mengatakan, BPCB siap membantu teknis pelestarian situs tersebut.

Kepada PT Gudang Garam Tbk selaku pengembang penuh pembangunan bandara ini, Nugroho meminta rekayasa lingkungan situs apabila pembangunan sudah mencapai area tersebut. “Sehingga dapat dimanfaatkan oleh bandara sebagai area edukasi budaya di lingkungan bandara,” sebutnya.

Nugroho juga meminta pengembang segera melaporkan ke dinas terkait atau BPCB bila dalam pembangunan menemukan indikasi yang diduga cagar budaya.

“Akan dilakukan koordinasi secara kontinyu dengan Pemda, konsultan, pengembang, dan BPCB. Tata cara pelestarian cagar budaya tugas BPCB, jadi kami akan turun secara teknis,” kata Nugroho.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait