Siti Rahmania Rauf, Sosok Pencipta Sajak ‘Ini Budi’ di Pelajaran Membaca - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Siti Rahmania Rauf, Sosok Pencipta Sajak ‘Ini Budi’ di Pelajaran Membaca
Siti Rahmania Rauf di usia senjanya (Foto: itjen.kemdikbud.go.id)
BERITA Kanal Figur Kanal Highlight

Siti Rahmania Rauf, Sosok Pencipta Sajak ‘Ini Budi’ di Pelajaran Membaca

Satukanal.com, Nasional– Siapa sangka, sajak “Ani dan Budi” yang sering muncul pada pelajaran Bahasa Indonesia saat Sekolah Dasar (SD) tak serta ada begitu saja. Ada sosok perempuan hebat dibalik terciptanya sajak tersebut. Ia adalah Siti Rahmania Rauf.

Nama Ani dan Budi memang kerapkali menjadi contoh saat pelajaran membaca. Biasanya, guru akan mendikte di depan kelas sambil mengajak murid-muridnya mengeja kalimat “I-ni Bu-di, I-ni A-ni, I-ni- I-bu A-ni.” Saking seringnya terdengar, kalimat tersebut seakan-akan masih terngiang sampai dewasa.

Siti Rahmani Rauf merupakan kelahiran Sumatera Barat pada 5 Juni 1919. Ia telah lama berkecimpung di dunia pendidikan sejak usinya masih belia. Mulai tahun 1938, ia menjadi guru di tanah kelahirannya hingga tahun 1953. Di tahun 1954, ia kemudian pindah ke Jakarta bersama suaminya dan keenam anak-anaknya hingga masa tuanya.

Tak berhenti disitu, dedikasinya terhadap dunia pendidikan masih terus berlanjut. Dilansir dari itjen.kemdikbud.go.id, ia menulis sebuah buku yang berjudul ‘Ini Budi’ di tahun 1960-an. Buku tersebut kemudian dijadikan buku pelajaran wajib bagi siswa sekolah rakyat (SR) yang selanjutnya berubah menjadi sekolah dasar (SD) hingga melahirkan jutaan penduduk Indonesia pandai membaca.

Baca Juga :  Jaenal Aripin Didiskualifikasi di Ajang Paralimpiade Tokyo 2020

Melalui sajak yang khas, “Ini Budi, ini ibu Budi, ini bapak Budi”, pelajar sekolah dasar angkatan tahun 1960-1990 an sangat terbantu dalam membaca. Meski begitu, banyak yang tak mengetahui bahwa sebenarnya, hal itu merupakan dari metode membaca Struktur Analitik Sintetik (SAS).

Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) adalah metode yang disediakan untuk belajar membaca dan menulis permulaan di kelas permulaan SD. Dalam proses operasionalnya metode SAS mempunyai langkah-langkah berlandaskan operasional dengan urutan: Struktural menampilkan keseluruhan dan memperkenalkan kalimat yang utuh, Analitik melakukan proses penguraian, Sintetik melakukan penggabungan kembali kepada bentuk struktural semula.

Baca Juga :  Badai Sitokin Serang Pasien Covid-19, Apa itu?

Sampai sekarang pun, metode SAS masih populer. Untuk itu, atas permintaa Departemen pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), Siti Rahmania pun menerbitkan buku itu. Akan tetapi, Siti Rahmani menolak menerima honor dari buku terbitannya. Alasannya, ia cinta dunia pendidikan. Terlebih lagi, ia lebih mengutamakan agama dibanding materi. Ia hanya berkeinginan untuk berangkat haji.

Sebelum tutup usia, Siti banyak menghabiskan waktunya terbaring sakit akibat penyakit gula sembari menerima tamu, berbicara panjang lebar, menceritakan kisahnya sambil sesekali membaca novel-novel Belanda favoritnya.

Namun, kini ia telah tiada. Ia tutup usia pada  10 Mei 2016 di usia 97 tahun. Meski begitu, banyak warga yang masih mengunjungi rumah kediamnnya, juga tidak hentia banyak yang mengunjungi untuk berziarah di makam almarhum terbatasnya informasi atas kepergian sang legendaris itu. Berkat jasanya pun, telah banyak anak bangsa yang menjadi cerdas.

 

Pewarta : Adinda

Kanal Terkait