Sisworo, Sosok Tentara yang Menginspirasi Petani Jeruk Dau - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sisworo, Sosok Tentara yang Menginspirasi Petani Jeruk Dau
Sisworo/Foto: Wildan Agta, Satukanal.com
BERITA Kanal Figur

Sisworo, Sosok Tentara yang Menginspirasi Petani Jeruk Dau

Satukanal.com, Malang – Tentara memang identik dengan senjata. Namun, Letda Sisworo sosok yang berbeda. Bersenjatakan kegigihan mendalami samudera ilmu pertanian, dia menggerakkan kelompok tani di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Di tengah kesibukannya mengemban tugas negara, Letda Sisworo adalah pegiat pertanian. Dia penggerak kurang lebih 16 kelompok tani jeruk dari 6 desa di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Semua tak lepas dari masa kecilnya yang memang bergelut dengan pertanian. Sang ayah mengajarinya bercocok tanam. Kebiasaan yang terus terbawa hingga sekarang. “Karena itu, saya mengerti sulitnya bertani. Meskipun menjadi seorang tentara, saya juga selalu meningkatkan ilmu di bidang pertanian,” ungkap pria yang memiliki tempat tinggal di Ngijo, Kecamatan Karangploso ini.

Hingga kini, dia gigih meningkatkan ilmu pertanian. Sisworo kerap mengikuti workshop pertanian hingga luar kota. Ilmu pengetahuan yang didapatkan ditularkan ke petani. Sebab, permasalahan budi daya jeruk disebabkan minimnya pengetahuan tentang perawatan jeruk yang benar.

“Rata rata mereka melakukan perawatan hanya berdasarkan katanya. Jadi saya selalu meng-upgrade pengetahuan untuk mengedukasi para kelompok tani,” jelas pria yang hobi sepak bola dan tenis ini.

Baca Juga :  Merujuk Permendikbud, Juknis BOS 2021 Kembali Luncurkan Pembaharuan

Tak hanya itu, Sisworo juga aktif mengundang para ahli pertanian untuk memberikan ilmu kepada petani.  Dia ingin memastikan 16 kelompok tani yang digerakannya dapat menanam jeruk dengan baik dan benar.

Pria berusia 38 tahun ini  mulai membuka toko pertanian. Selain menjadi tempat bisnis, dia menjadikan toko sebagai tempat konsultasi pertanian dengan para petani Dau. Petani cukup mengatakan keluhan. Semisal ada masalah, mereka menunjukan daun tanamannya. Lalu, Sisworo berupaya memberikan solusi dan obat yang tepat.

Bapak tiga anak itu menjelaskan, potensi Dau harus dimaksimalkan. Tercatat Kecamatan Dau adalah kawasan jeruk terluas di Indonesia, dengan luas keseluruhan mencapai 1.558 hektare.


Sisworo sendiri juga memiliki lahan jeruk yang ditanamnya sejumlah kurang lebih tiga ratus pohon. Kegemarannya menanam pohon jeruk tak berhenti di Dau saja. Ia juga menularkan ilmunya kepada satuan Pusdik Arhanud tempatnya bekerja.

Dia memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami jeruk dan tanaman tumpang tindih lain seperti sayur-sayuran. Hingga kini sudah ada dua hektare lahan Pusdik Arhanud yang ditanaminya jeruk dan membuahkan hasil.

Baca Juga :  Malang Halal, Lolos Uji Sertifikasi Halal

“Awal idenya kan sayang kalau lahan kosong dibiarkan terbengkalai, lalu saya manfaatkan untuk ditanam jeruk. Kami juga sudah memiliki tim pertanian,” papar lelaki yang lahir di Blitar, 20 Agustus 1982 ini.

Selain itu, penanaman di sekitaran asrama tersebut juga memiliki tujuan ketahanan pangan. Hasil panennya bisa sebagai konsumsi warga Arhanud maupun siswa yang sedang menjalani pendidikan.

Pria lulusan terbaik Scapa Arhanud 2019 ini berharap agar jeruk bisa menjadi ikon Dau dan merajai pasar nasional. Menurut dia, kualitas jeruk yang ada sudah sangat memadai untuk itu. Apalagi dengan permintaan jeruk yang kian meninggi akibat pandemi. Khasiat buah yang mengandung banyak vitamin C ini bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Ada sebuah visi untuk memaksimalkan potensi jeruk di Dau.  “Semoga jeruk bisa go nasional ataupun minimal menguasai supermarket. Dari situ jeruk Dau akan menjadi ikon yang dikenal,” harapnya.

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait