SATUKANAL.COM
New Normal Sekolah
Ilustrasi: SATUKANAL.com
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT KABUPATEN MALANG STRAIGHT NEWS

Pada Masa New Normal di Kabupaten Malang, Sekolah Akan Berlakukan Ganjil-Genap, Ponpes Melakukan Pembatasan Jumlah Santri

SATUKANAL, MALANG – Pada saat ini pemerintah akan memberlakukan New Normal. New Normal ini juga berlaku ke sekolah-sekolah lembaga pendidikan yang lain.

Setelah libur panjang karena adanya pandemi Covid-19, pendidikan di Kabupaten malang bersiap kembali untuk menggelar aktivitas belajar mengajar.Pada Senin mendatang, para peserta didik dan santri Ponpes (pondok pesantren) dijadwalkan akan kembali masuk.

Pemerintah telah mempersiapkan sistem ganjil-genap untuk peserta didik di sekolah formal. Dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), SD (Sekolah Dasar), hingga SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Sedangkan untuk pendidikan non formal khususnya pondok pesantren, juga akan dimulai kembali aktivitasnya mulai 15 Juni 2020 mendatang. Sistem yang akan digunakan adalah dengan pola pembatasan kuantitas atau membatasi jumlah santri yang ada. Jadi hanya 50 persen atau setengah dari jumlah total santri yang diperbolehkan masuk Ponpes dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Lawan KDRT, WCC Dian Mutiara Gelar Kampanye Sekolah Paralegal di Masa Pandemi COVID-19

Hal ini disampaikan oleh Wahyu Hidayat selaku pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kabupaten Malang, saat menjawab terkait pola pembelajaran di Ponpes.

”(Santri Ponpes) tetap boleh masuk, tapi pembatasannya harus ada kondisi maksimal. Yaitu dari total jumlah santrinya, yang diperkenankan hanya 50 persen,” kata Wahyu.

Berdasarkan Wahyu, sistem 50 persen yang diterapkan tersebut merupakan kebijakan Pemkab Malang dalam upaya mengantisipasi penularan wabah Covid-19 di area Ponpes.

”Apakah nanti pembagiannya pada saat santri di sana (ponpes) itu dengan shift, apa dengan cara lainnya. Kebijakannya akan kita kembalikan lagi kepada pengasuh, tapi yang jelas protokol kesehatan harus sesuai sistem 50 persen itu,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Wahyu, gambaran yang ada dibenak Pemkab Malang adalah membatasi kegiatan pembelajaran di Ponpes. Dari yang sebelum adanya Covid-19 para santri bisa belajar langsung di satu ruangan, kini karena adanya New Normal Life maka jumlah santri di ruangan akan dibatasi.

Baca Juga :  Wujudkan Pembangunan Desa/Kelurahan yang Berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Madiun Gelar Webinar Bertajuk Responsif Gender

”Jadi misalnya mengaji, sebagian santri akan ngaji bab ini dulu sedangkan yang lain ngaji bab lainnya. Nanti semua kebijakan kita serahkan ke pengasuh ponpes,” ungkap Wahyu.

Selain itu, Wahyu juga membuka opsi terkait jumlah santri yang akan kembali masuk. Terdapat kemungkinan para santri tidak akan kembali masuk secara serentak pada 15 Juni 2020 mendatang. Namun para santri kembali ke Ponpes sesuai dengan ketentuan 50 persen tersebut.

”Kalau memang itu disepakati, nanti jadwalnya akan ditentukan oleh pihak Ponpes. Jadi dari jumlah kebutuhan 50 persen itu, pengelola Ponpes bisa mengatur misalnya yang santri segini jangan pulang dulu, biar yang ini dulu yang kembali ke ponpes,” terang Wahyu saat ditemui di Pringgitan Pendopo Agung, Selasa (2/6/2020) sore.

Kanal Terkait