Sidak Jelang Nataru Dinkes Temukan Makanan Salah Penanganan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT

Sidak Jelang Nataru Dinkes Temukan Makanan Salah Penanganan

Menelang datangnya Natal dan tahun Baru (nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung gencar melakukan pemeriksaan makanan dan oleh-oleh. Setidaknya ada 5 tempat yang diperiksa.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya makanan atau oleh-oleh yang tidak layak secara kesehatan, seperti mengandung zat kimia berbahaya, kadaluarsa maupun penyimpanan makanan yang salah.

Jelang Nataru biasanya merupakan waktu dimana orang membeli makanan dan oleh-oleh dalam jumlah besar.

“Jelang Nataru itu biasanya kebutuhan pangan meningkat, untuk memastikan perlindungan masyarakat kita turun ke lapangan (memeriksa kelayakan pangan),” ujar Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki, Senin (16/12/19).

Pemeriksaan dimulai dari wilayah selatan Tulungagung di Kecamatan bandung. Di kecamatan ini petugas menemukan pewarna tekstil “cap Kucing” yang disalahgunakan sebagai pewarna makanan. Lalu dilanjutkan ke wilayah Campurdarat, Boyolangu dan wilayah kota.

Pihaknya langsung mendatangi toko penjual pewarna itu yang berada di Jalan Kapten Kasihin. Namun di toko tersebut sudah tidak lagi menjual produk tersebut.

Hasilnya masih ditemukan produk makanan yang tidak ditemukan jaminan kesehatan dalam makanan beku, lantaran ijinya masih berupa PIRT dan penyimpanan yang salah, langsung bersentuhan dengan lantai. Selaian itu suhu penyimpanan juga tidak sesuai dengan aturan kesehatan.

“Penanganan frozen food (makanan beku) tidak sesuai ketentuan, yaitu kurang dari minus 18 derajat celcius,” terang Masduki.

Secara umum pihaknya menemukan produk pangan yang dijual di toko oleh-oleh tidak dilengkapi dengan ijin ear. Kalaupun ada ijin edarnya sudah kadaluwarsa, pelabelan yang salah atau kurang dari ketentuan.

Sayang dalam kegiatan kali ini pihaknya tidak membawa tes kit untuk memeriksa kandungan kimia berbahaya dalam makanan. Sehingga pihaknya tidak bisa menyatakan adanya kandungan zat berbahaya dalam makanan yang diperiksa. Termasuk beberapa makanan beku yang mempunyai warna merah menyala.

“Kita tidak bisa memastikan, tapi yang jelas memang warna mencolok menggunakan pewarna berbahaya atau pewarna melebihi takaran yang ditetapkan, itu kita perlu uji lab,” tandas Masduki.

Kanal Terkait