Siasat Pengusaha Konveksi di Mojokerto Tak Terpuruk Diterpa Pandemi Covid-19 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
026538A1-D7A7-4233-A951-E859FB0F87E8-07360e0c
Karyawan konveksi hijab rumahan rfm_official saat menjahit hijab di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto (Hermansyah/satukanal)
BERITA Kanal Straight

Siasat Pengusaha Konveksi di Mojokerto Tak Terpuruk Diterpa Pandemi Covid-19

Satukanal.com, Mojokerto – Dua tahun pandemi Covid-19 hampir menerpa seluruh sektor usaha atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Mojokerto. Bahkan tidak sedikit UKM yang terpaksa gulung tikar.

Namun, keterpurukan saat pandemi Covid-19 tidak dirasakan UKM konveksi milik pengusaha asal Mojokerto, yakni, Frengky. Saat ini usahanya yang dilakoni pria berusia 32 tahun ini tetap bisa bertahan dan tumbuh.

Frengky menekuni usaha konveksi yang bergerak di bidang penjahitan hijab rumahan, berada di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, diberi nama Rfm Official.

Dibantu dengan 8 orang karyawan, pada bulan Maret 2020 lalu, Ia menerima pesanan dari salah satu perusahaan dibawah nangungan Kementrian Badan Usahan Milik Negara (BUMN) untuk pengadaan masker. Sehingga, ia bisa mendongkrak kebutuhan usaha konveksinya.

“Saya bersyukur di tengah pandemi banyak UKM itu tutup, saya waktu itu berkembang,” Jum’at (26/112021).

Meski demikian, keuntungan yang dirasakannya tidak ingin ia rasakan sendiri. Frengky melihat banyak karyawan yang jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat situasi perusahaan yang kian terpuruk diterpa pandemi Covid-19. Ia pun mengambil langkah menarik beberapa karyawan korban PHK. Setidaknya terdapat 25 sampai 30 orang.

Frengky memperkejakan mereka sebagai juru jahit untuk membantunya mengembangkan dan memperluas wilayah garapannya.

Untuk mensiasati penjualan ditengah pandemi Covid-19 seperti ini, ia beralih dari sistem pemasaran offline ke online (daring) dengan menanfaatkan aplikasi toko online.

Kini produksi hijab milik Frengky telah dipesan di berbagai belahan Indonesia. Bahkan sempat masuk ke Malaysia. Setiap bulannya mampu menjual antara 30-40 ribu hijab dengan omzet ratusan juta rupiah.

“Usahanya saya berkembang terbantu dengan platform marketplace atau e-commerce. Omzet antara Rp 130-150 juta setiap bulannya,” ujarnya.

Pewarta: Hermansyah 
Editor: Ubaidhillah 

    Baca Juga :  Babak Kedua Ditunda, Mojosari Putra Unggul Sementara Atas Naga Mas Asri

    Kanal Terkait