Setubuhi Balita di Balai Desa, Kakek di Jombang Ditangkap Polisi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.
BERITA Kanal Straight

Setubuhi Balita di Balai Desa, Kakek di Jombang Ditangkap Polisi

Satukanal.com, Jombang – Kasan Trimo Joyo (51 tahun) warga Dusun Grenggeng, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang kini harus mendekam dipenjara karena ulah bejatnya menyetubuhi bocah berusia 8 tahun.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, tersangka menyetubuhi korban sejak balita usia 4 tahun hingga usia 8 tahun.

“Tersangka ini sudah dekat dengan korban dan sering mengajak korban bermain dan berenang,” ucap Kasat Reskrim dalam keterangan yang diterima wartawan pada Selasa (4/1/2022). 

Disebutkan, awalnya tersangka yang sudah dekat dengan korban ini sering mengajak korban bermain dan berenang. Namun tersangka berbohong dan korban diajak ke salah satu ruangan yang ada di Kantor desa dan diajak menonton film dewasa menggunakan Handphone tersangka. 

Baca Juga :  Hari ini, Ribuan Massa Jaga Ketat Ponpes Shiddiqiyyah di Jombang

“Kemudian tersangka mulai melakukan aksi pencabulan dan  melakukan persetubuhan terhadap korban,” ungkapnya.

Karena mengetahui ada gelagat aneh dari anaknya, ayah korban lalu melapor ke polres Jombang dan membawa barang bukti berupa Visum Et Repertum per tanggal 28 Desember 2021 dari RSUD Jombang.

“Yakni satu buah baju terusan warna hijau satu buah celana dalam warna putih satu buah kaos dalam warna putih,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan laporan dari ayah korban, dengan barang bukti tersebut anggota Satreskrim Polres Jombang melakukan pencarian dan penangkapan tersangka pada hari minggu di Balai Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang. 

Baca Juga :  Begal di Jombang Diringkus Polisi, Usai Tebas Punggung Korban

“Barang bukti yang disita dari tersangka satu buah kaos lengan pendek warna kuning, satu buah celana panjang warna biru tua garis putih, satu buah Hp merk Xiaomi warna biru type Redmi 9 yang digunakan tersangka untuk mengambil foto kemaluan anak korban dan melihatkan video dewasa ke anak korban,” jelasnya. 

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal tindak pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 UU RI No. 17 Tahun 2016.

“Hukuman penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar,” pungkasnya.

 

Pewarta: Anggit Puji 

Editor: Ubaidhillah

    Kanal Terkait