Sering Meeting Online? Hati-hati Terkena Zoom Fatigue - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sering Meeting Online? Hati-hati Terkena Zoom fatigue
Ilustrasi meeting online (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Sering Meeting Online? Hati-hati Terkena Zoom Fatigue

Satukanal.com, Nasional – Fenomena Zoom fatigue semakin banyak ditemukan di kalangan pegawai dan pelajar. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 memang telah mengubah semua lini kehidupan manusia, termasuk dalam hal bekerja dan sekolah.

Bertatap muka yang biasanya sering dilakukan sekarang cukup secara virtual melalui panggilan video seperti Zoom. Jika didengar, rasanya hal ini justru jauh lebih mudah dilakukan. Faktanya banyak orang yang justru merasa sangat kelelahan usai melakukan virtual meeting.

Lalu, apa itu Zoom fatigue?

Diketahui, Zoom fatigue merupakan istilah yang merujuk pada kelelahan atau burnout yang berkaitan dengan penggunaan platform komunikasi virtual berlebih, khususnya berkaitan dengan kegiatan konferensi video. Salah satu platform komunikasi virtual yang banyak digunakan yakni aplikasi Zoom.

Baca Juga :  Lantai Vinyl atau Lantai Parket, Mana yang Lebih Awet?

Ciri-ciri seseorang mengalami Zoom fatigue

Melansir dari laman Healthline, berikut ini tanda-tanda seseorang yang mengalami hal tersebut antara lain:

  • Menjadi pelupa
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit berkomunikasi
  • Mudah gugup
  • Sering merasa frustrasi dan lekas marah dengan rekan kerja
  • Lelah fisik seperti ketegangan otot, nyeri
  • Insomnia.

Cara mengatasi Zoom fatigue

Dilansir dari klikdokter.com, cara mengatasinya yakni dengan:

  • Membatasi kontak mata saat meeting online sedang berlangsung
  • Istirahatkan mata
  • Pemanasan atau menggerakkan tubuh
  • Mengurangi durasi  virtual meeting
  • Mengkondisikan lingkungan kerja senyaman mungkin
Baca Juga :  Ringankan Beban Psikologis, Anak Yatim Korban Covid-19 di Blitar Mendapat Trauma Healing

Selain itu, hasil studi menemukan bahwa tingkat kelelahan terkait kamera lebih banyak dialami pada perempuan dan pegawai baru. Temuan ini senada dengan hasil survei berskala besar yang dipublikasikan oleh Stanford University beberapa waktu lalu.

Berdasarkan studi yang dimuat dalam Journal of Applied Psychology ini, merekomendasikan agar pegawai dapat diberikan keleluasaan untuk memilih menyalakan atau mematikan kamera saat melakukan pertemuan virtual. Hal yang paling penting adalah membuat pegawai merasa memiliki kebebasan dan dukungan agar bisa bekerja sebaik mungkin.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait