Serentak Uji Coba Tatap Muka Sekolah, Bupati Kediri Khawatir Kurang Kebutuhan Guru - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Serentak Uji Coba Tatap Muka Sekolah, Bupati Kediri Khawatir Kurang Kebutuhan Guru
BERITA HIGHLIGHT

Serentak Uji Coba Tatap Muka Sekolah, Bupati Kediri Khawatir Kurang Kebutuhan Guru

Satukanal.com, Kediri – Kebutuhan formasi guru, dikhawatirkan mengalami kekurangan di wilayah kabupaten Kediri. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, terkait tingginya angka pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN).

Apalagi usulan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kediri belum mendapatkan balasan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Ini yang saya harapkan, nanti pembukaan CPNS ada yang mendaftar menjadi guru. Saya itu kalau menandatangani surat pensiun, itu sehari misalkan mas ini ada rataa-rata dari guru. Misalkan 50 yang pensiun, 30-40 nya sendiri itu dari guru. Kalau ini terus terjadi kondisi kediri akan kekurangan tenaga pengajar,” terang Bupati Kediri, yang akrab disapa Mas Dhito, Selasa (27/4/2021).

Ia memberikan ilustrasi, setiap ada pengajuan pensiun di Kabupaten Kediri, mayoritasnya ialah profesi guru. Hal itulah yang membuat Mas Bup merasa gelisah. Usai mengunjungi skenario pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Ngadiluwih, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Bup merasa khawatir dengan banyaknya guru yang mulai pensiun.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Mulai 19 April

Artinya, kata Dhito, perlu ada perhatian terhadap profesi guru di Kabupaten Kediri. Dikarenakan, banyaknya guru yang pensiun maka diperlukan segera tenaga pengajar yang siap menggantikan. Apalagi melihat tugas guru saat masa pandemi yang semakin berat.


Meskipun sudah diperbolehkan pembelajaran tatap muka atau luring, Dhito juga tidak melarang adanya sistem daring. Hal tersebut dikarenakan kondisinya yang masih kembali normal seperti semula.

Ia menilai wajar apabila ada orang tua yang belum memberikan izin anak untuk ke sekolah. Tapi, lanjut Dhito, protokol kesehatan merupakan kunci dari pembelajaran baru ini.

“Kalau bisa semua siswa masuk, tapi ya ini bagian pembelajaran yag baru seperti ini. Belum ada keluhan, tapi mungkin ada beberapa orang tua murid yang tidak mengizinkan ke sekolah. Tapi saya mewajarkan hal tersebut. Penerapan prokes ketat, saya aja tadi masuk diingatkan. Artinya kalau bupatinya diingatkan, apalagi muridnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Soal Galih Akbar, Manajemen Persik: Belum Ada Kesepakatan

Tak hanya itu, Dhito juga menerangkan setiap jam pelajaran hanya diberikan waktu 30 menit dan kapasitas muridnya hanya 50 persen dari sebelumnya, yakni 16 dari 32 murid di kelas.

“Seluruh SD sampai SMP di Kabupaten Kediri sudah mulai uji coba tatap muka. Hanya diberikan dua jam di sekolah setiap mata pelajarannya 30 menit perjam dan per kelas 16 siswa atau separo,” kata Dhito.

Terpisah, Kasubid Formasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri, Andri Sugianto sempat menjelaskan bahwa pihaknya tengah menunggu balasan dari KemenPAN-RB terkait usulan pengajuan jumlah dan formasi CPNS dan PPPK.

Lebih detail, ia menyebut ada 893 jumlah usulan PPPK untuk formasi guru di Kabupaten Kediri sejak September 2020 yang ditujukan kepada KemenPAN-RB.

Ia menerangkan bahwa untuk profesi guru, tahun ini KemenPAN-RB akan memasukkan pada kategori seleksi PPPK. “Dari KemenPAN belum terbit suratr penetapan formasi Kabupaten Kediri,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait