Sepuluh Formasi CPNS Kabupaten Kediri Kosong | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
20191218_194059-960x640
Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri. Foto: Isna
BERITA HIGHLIGHT

Sepuluh Formasi CPNS Kabupaten Kediri Kosong

SATUKANAL, KEDIRI – Sepuluh  formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kediri kosong. Formasi yang tidak ada pelamarnya tersebut terdiri atas tujuh formasi dokter spesialis dan tiga formasi jabatan teknis.

Padahal, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Solikin menyebut formasi dokter spesialis sangat dibutuhkan. Meski demikian, ia menyebut rumah sakit memiliki mekanisme sendiri untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis.

Selain sepuluh formasi tanpa pelamar, beberapa formasi tidak memenuhi kuota yang dibuka. Misalnya dari formasi guru kelas yang dibuka, masih ada kuota tersisa lima pelamar.

Total, dari 690 formasi yang dibuka di Kabupaten Kediri, ada 26 formasi yang kosong. Sebanyak 10 formasi tanpa pelamar, sisanya pelamar tidak memenuhi kuota.

Selain itu, BKD Kabupaten Kediri juga membuka pintu lebar bagi penyintas disabilitas. “Kami tidak membatasi jenis disabilitas, asalkan kompetensi masuk, silakan mendaftar,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (18/12/2019).

Baca Juga :  Pemkab Kediri, Lakukan Peninjauan Operasional RS Darurat Nuraini Pare

Hingga penutupan pendaftaran CPNS, tercatat ada 14 pendaftar disabilitas. Mereka mendaftar untuk berbagai formasi. Di antaranya guru kelas, perawat gigi, dan perekam medis.

BKD Kabupaten  Kediri mencatat pelamar CPNS tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2018. Jumlah pelamar tahun ini mencapai sembilan ribu pelamar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.389 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Sehingga, enam ribu pelamar yang lolos seleksi administrasi berhak melanjutkan seleksi tahap berikutnya.

Namun, ada mekanisme yang berbeda dari pendaftaran CPNS tahun 2018. Tahun ini, pendaftar yang dinyatakan TMS seleksi administrasi dapat melakukan sanggahan.

Waktu sanggahan diberikan selama tiga hari, sejak 17-19 Desember 2019, atau setelah pengumuman seleksi administrasi pada Senin (16/12/2019).

Hingga Rabu (18/12/2019) siang, sanggahan yang masuk sebanyak 733 sanggahan. Sanggahan dilakukan secara online menyangkut hal-hal yang bukan kesalahan pribadi.

“Sanggahan yang diperbolehkan ialah yang diyakini pelamar benar, namun penyelenggara keliru dalam memberikan keputusan,” imbuh Solikin.

Baca Juga :  Pemkab Kediri, Lakukan Peninjauan Operasional RS Darurat Nuraini Pare

Setelah waktu sanggahan ditutup, BKD akan memberikan tanggapan hingga tanggal 26 Desember. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi final, akan melanjutkan seleksi kompetensi dasar (SKD). Rencananya, SKD akan dilaksanakan pada pertengahan Februari 2020.

Meski SKD akan dilakukan di masing-masing daerah, namun kewenangan penjagaan seleksi di dalam ruangan sepenuhnya dipegang oleh panitia pusat. Panitia seleksi daerah tidak diizinkan berada di dalam ruangan selama tes berlangsung.

“Panitia pusat datang ke daerah. Panitia seleksi daerah support di luar ruangan, sehingga semua transparan,” jelasnya.

Pelamar terbanyak CPNS Kabupaten Kediri 2019 tercatat pada formasi keperawatan. Disusul penyusun data peserta didik, dan guru matematika.

Kaum milenial mendominasi sebaran usia pelamar. “Paling muda kelahiran 1997 untuk formasi yang membutuhkan lulusan SMK, dan paling tua kelahiran 1984,” pungkas Solikin. (adv)

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait