Seorang Pria di Pamekasan Kehilangan Nyawa Dikeroyok Empat Orang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Polres Pamekasan mengamankan tiga tersangka dan sejumlah barang bukti. Sementara, seorang tersangka masih buron. (foto: Nuruz/satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Seorang Pria di Pamekasan Kehilangan Nyawa Dikeroyok Empat Orang

satukanal.com, Pamekasan – Seorang pria di Pamekasan, Madura meninggal dunia setelah dikeroyok empat orang di Dusun Bandaran 2, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.  Korban dianiaya lantaran diduga berselingkuh dengan istri pelaku.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan tiga tersangka, sementara seorang tersangka lain masih buron. “Tiga tersangka penganiayaan secara bersamaan langsung kita amankan di rumahnya. Mereka sudah terbukti mengakui perbuatannya atas penganiayaan hingga berujung kematian terhadap si korban,” kata AKBP Rogib Triyanto, Kapolres Pamekasan dalam pers rilis yang digelar di gedung Bhayangkara, Mapolres Pamekasan, Kamis (30/12/2021) sore.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini, Tiket MotoGP Mandalika 2022 Sudah Bisa Dibeli Secara Offline

Sebelum kejadian, tersangka J yang seorang nelayan ini tengah melaut. Namun, saat pulang Rabu (28/12/2021) tengah malam, dia memergoki istrinya bersama MF di kamar rumahnya. J kemudian memanggil 3 orang, saudara ipar dan mertuanya: S, A dan I.

Mereka menganiaya MF dengan sejumlah benda, kayu dan sandal bakiak. Korban yang masih satu desa dengan pelaku ini mengalami luka parah sehingga dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Pamekasan. Namun, nyawa korban tak tertolong. Polisi langsung bergerak cepat meringkus tiga tersangka. “Dari ke 4 tersangka 1 masih Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni I warga Desa Bandaran,” tutup AKBP Rogib Triyanto.

Baca Juga :  BREAKING NEWS Gempa Bumi Berkekuatan 6,7 Guncang Banten

Akibat perbuatannya para tersangka dikenai Pasal 338 Sub 351 ayat (3) sub 170 ayat (2) ke 3 KUHP dengan bunyi secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang hingga menyebabkan matinya sesorang. Dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun. (nuruz/danu)

 

Kanal Terkait