Seorang Ibu di Kediri Tega Bungkam Bayinya yang Baru Lahir hingga Tewas - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG-20211011-WA0028-27f27a33
Polisi melakukan Pers Rilis kasus pembunuhan bayi (Istimewa)
BERITA Kanal Straight

Seorang Ibu di Kediri Tega Bungkam Bayinya yang Baru Lahir hingga Tewas

Satukanal.com, Kediri – Seorang ibu berinisial NNF (23 tahun) ditangkap Jajaran Satreskrim Polres Kediri lantaran tega membunuh buah hatinya sendiri dengan cara di bungkam.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menyampaikan, pembunuhan dilakukan sang ibu lantaran takut diketahui orang karena melahirkan di luar nikah.

Kapolres mengatakan, peristiwa tersebut dilakukan pelaku pada Kamis tanggal 30 September 2021 di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

“Pelaku panik kemudian membungkam bayinya dengan kain, supaya orang tuanya tak mendengar tangisan bayi,” ujarnya dalam pres rilis di Mapolres Kediri, Senin (11/10/2021).

Menurut Lukman, sebelum membunuh pelaku melahirkan bayinya sendiri di kamar mandi rumahnya tanpa bantuan tim medis.

Baca Juga :  Ngotot Temui Bupati Kediri, PKL SLG Berusaha Terobos Pendopo

Selanjutnya setelah bayinya tewas, NNF kemudian membungkus darah dagingnya dengan plastik untuk dibawa ke rumah pacarnya di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Sesampainya di rumah pacarnya yang berinisial BY, NNF meminta untuk mengubur jasad bayinya di dekat rumahnya. Akan tetapi saudara dari BY merasa curiga karena adanya bayi yang tewas dalam keadaan tidak wajar.

Hingga akhirnya saudara BY melaporkan kejadian ini ke Polsek Ngasem. Sementara itu kepada pacarnya BY mengaku tak membunuh. Tetapi hanya, bayinya jatuh dari lantai.

“Pacar pelaku menerima jasad bayi dengan maksud untuk memakamkan bayi ini. Namun diketahui oleh seseorang dan saksi ini melaporkan ke polisi,” jelasnya.

Baca Juga :  Mainan Mobil Diecast Kini Bak Barang Investasi

Pihak kepolisian akhirnya melakukan proses penyelidikan. Hasilnya polisi menemukan kecurigaan kepada pelaku selaku ibu bayi yang diduga membunuh darah dagingnya.

“Tim kami kemudian ke rumah korban, dan menemukan barang bukti. Mulai pakain bekas darah dan ari-ari bayi. Hingga akhirnya pelaku mengkui seluruh perbuatannya,” ucap Kapolres Kediri.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman mencapai 20 tahun penjara.

“Pelaku dijerat dengan UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak pasal 80 ayat 3 atau pasal 80 ayat 4,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah 
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait