SATUKANAL.COM
Seorang Ayah Ini Tega Gauli Anak Kandung Sendiri Setelah Bercerai Dengan Istri
BERITA HIGHLIGHT KOTA MALANG STRAIGHT NEWS

Seorang Ayah Ini Tega Gauli Anak Kandung Sendiri Setelah Bercerai Dengan Istri

SATUKANAL, MALANG – Apa yang terlintas di benak seorang ayah ini sehingga tega gauli anak kandung nya sendiri. Perbuatan bejat ayah yang berinisial E alias G (42) warga Sukun ini terbongkar setelah korban yang tak lain anak kandungnya sendiri melapor kepada Ibunya tentang perbuatan bejat sang ayah.

Pria yang bekerja sebagai sopir angkutan umum itu pertama kali melakukan perbuatan bejatnya pada saat tahun 2014 silam. Pada waktu itu korban masih berusia 13 tahun. Pelaku gauli korban beberapa kali. Korban tidak berani melapor karena diancam akan dianiaya apabila bercerita tentang perbuatan itu.

Pelaku diketahui sudah cerai dengan istri berinisial NI (41) pada 2012, atau 8 tahun yang lalu.
Korban, IDF tinggal di rumah ayah kandungnya. Peristiwa perkosaan kali pertama terjadi saat pelaku meminta pijat. Saat itu pula, muncul hasrat dari pelaku sehingga tega menggauli anak kandungnya sendiri.

Baca Juga :  Bioskop Kembali Dibuka Serentak 29 Juli, Bagaimana di Kota Malang?

Setelah kejadian tersebut, pelaku memberi uang jajan kepada korban. Sekaligus mengancam akan menganiaya korban bila bercerita ke orang lain tentang kejadian itu. Karena takut disiksa itulah korban diam tak berani mengadu.

“Pelaku mengancam korban tidak akan selamat bila berani bercerita tentang perkosaan itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu di Malang, Senin (29/6/2020).

Hal ini terus berlanjut sampai akhirnya April 2020 lalu korban yang sudah berusia 18 tahun berani melapor perbuatan bejat ayah gauli anak kandung nya sendiri ini kepada Ibu kandungnya.

Baca Juga :  Bioskop Kembali Dibuka Serentak 29 Juli, Bagaimana di Kota Malang?

Karena tidak kuat, korban akhirnya bercerita ke ibunya yang sudah pisah rumah hingga akhirnya kasus itu terbongkar. Mendengar cerita anaknya, ibunya kemudian melaporkannya ke Polresta Malang Kota pada Senin (6/4/2020).

“Korban akhirnya berani lapor ke ibunya tentang perbuatan bejat sang bapak,” kata Azi.

Pelaku akhirnya tertangkap. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 81 ayat 2 dan pasal 82 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara dengan sangkaan perkosaan terhadap anak di bawah umur.

“Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari ancaman hukuman maksimal,” tegas Azi.

Saat ini korban masih dalam masa pemulihan dari rasa trauma yang dialaminya.

Kanal Terkait