Sempat Tidak Diunggulkan, Pajak Minerba Justru Mendulang Surplus Tertinggi di Tahun 2019 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA KABUPATEN MALANG

Sempat Tidak Diunggulkan, Pajak Minerba Justru Mendulang Surplus Tertinggi di Tahun 2019

Meski potensi Minerba (Mineral Bukan Logam dan Batuan) di Kabupaten Malang terbilang cukup terbatas. Namun, dari segi pendapatan pajak daerah, sektor minerba terbukti paling unggul jika dibandingkan dengan kategori pajak lainnya.

Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi, menjelaskan jika hingga Rabu (18/12/2019), pajak minerba sudah surplus mencapai lebih dari 37 persen. ”Awal bulan November (2019) lalu, masih surplus sekitar 2 persen. Sebulan berselang, meningkat menjadi 37 persen lebih,” kata Dr Purnadi.

Rinciannya, dari target yang hanya Rp 400 juta. Hingga berita ini ditulis, pajak minerba sudah mengantongi pendapatan hingga Rp 548.819.260. ”Sudah melebihi target mencapai Rp 148,8 juta. Hingga tutup buku yang kurang 2 minggu lagi, target kami pajak minerba diharapkan bisa finish di angka Rp 600 juta,” ungkap Dr Purnadi.

Potensi minerba di Kabupaten Malang pada tahun ini, memang tidak sebanyak pada tahun sebelumnya. Sebab, karena statusnya yang sudah dikelola oleh pusat (provinsi). Membuat Bapenda Kabupaten Malang tidak bisa leluasa mengoptimalkan sektor pendapatan pajak daerah.

Namun demikian, dengan berbagai terobosan yang dilakukan, seperti misalnya pembayaran dan monitoring pajak melalui teknologi. Membuat sektor pajak minerba tetap mampu mendulang surplus meski tutup buku tahun 2019 masih menyisakan waktu hingga 2 minggu mendatang.

”Tahun lalu pajak minerba juga mengalami surplus sekitar 56 persen dari target yang sudah ditentukan, atau setara dengan Rp 338 juta,” tutur pria yang identik mengenakan kaca mata ini.

Capaian pajak minerba ini jauh menggungguli sektor pajak lain yang dikelola oleh Bapenda Kabupaten Malang. Misalnya saja, pada sektor pajak restoran. Meski juga mengalami surplus, namun angka capaiannya tidak sebanyak pajak minerba.

”Dari 10 kategori pajak yang kami kelola, pajak minerba mengalami surplus tertinggi. Pajak restoran juga surplus, tapi hingga sementara ini masih surplus sekitar 1 persen dari target yang ditentukan,” ujar Dr Purnadi.

Sebagai tambahan, pajak daerah yang dikelola oleh Bapenda Kabupaten Malang ini ada 10 kategori. Yakni meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan (minerba), parkiran, air bawah tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Kanal Terkait