Sempat Ramai, Apa Itu Ivermectin Sebenarnya? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Apa Itu Ivermectin Yang Sempat Jadi Polemik Obat Covid-19?
ilustrasi obat Ivermectin (Foto: www.pna.gov.ph/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Sempat Ramai, Apa Itu Ivermectin Sebenarnya?

Satukanal.com, Nasional – Apa itu ivermectin menjadi pencarian yang cukup banyak di Google. Setidaknya ada 19 juta orang mengetikkan kata kunci ini setiap 0,43 detik untuk mengetahui tentang obat tersebut.

Apalagi dengan adanya rencana penggunaan Ivermectin sebagai obat Covid-19 akhir-akhir ini, tentu pencarian terkait Ivermectin di Google semakin ramai.

Ivermectin termasuk dalam beberapa obat yang sedang dalam tahap uji sebagai pengobatan Covid-19. Sebuah penelitian terbaru yang dilaksanakan oleh tim dari Monash University dan University of Melbourne, Australia menyatakan bahwa obat ini berpotensi membunuh coronavirus.

Obat ivermectin memiliki efek antivirus yang berhasil mengurangi angka perkembangan virus sebanyak 99.8 dalam waktu 48 jam. Cara kerjanya yakni dengan menghambat protein yang membawa virus corona ke dalam inti tubuh manusia.

Apabila virus tidak dapat masuk ke dalam inti sel, virus tidak akan bereplikasi (memperbanyak diri). Sehingga dapat mencegah penambahan jumlah virus dalam tubuh dan infeksi pun tidak bertambah parah.

Kemampuan tersebut ditandai dengan menurunnya jumlah virus (viral load) secara signifikan dalam sel yang diuji coba di laboratorium. Namun penelitian tersebut, baru dilakukan pada sel-sel yag terdapat di laboratorium.

Sejauh ini, uji coba obat ivermectin terhadap Covid-19 di tubuh manusia belum dilakukan.Untuk itu agar mengetahui pastinya, maka uji klinis ivermectin untuk obat Covid-19 tengah dilakukan di Indonesia. Terkait penjelasan lengkap mengenai obat Ivermectin, simak penjelasan dibawah ini.

Apa Itu Ivermectin?

Ivermectin merupakan obat untuk mengobati infeksi akibat cacing gelang. Obat ini termasuk kelas antihelminitik yang bekerja membunuh larva cacing dan cacing gelang dewasa agar berhenti berkembang biak. Tak hanya itu, obat ini juga sering digunakan untuk mengatasi skabies.

Ivermectin adalah obat anti-parasit yang hanya tersedia dengan resep dokter. Dokter dapat meresepkannya bersamaan dengan obat lain, misalnya antibiotik tertentu, untuk memaksimalkan pengobatan.

Baca Juga :  Lonjakan Covid-19, Ini Cara Penggunaan Masker Ganda Untuk Proteksi Diri

Dikutip dari hellosehat.com, obat ini biasanya akan diresepkan dokter untuk beberapa kondisi seperti Strongiloidiasis, Onchocerchiasis, Cutaneous Larva Migrans, Scabies atau kudis, Ascariasis, Filariasis.

Apa Efek Samping Ivermectin?

Serupa dengan obat lainnya, ivermectin juga memiliki efek samping yang ringan hingga serius dan mungkin saja dapat dialami oleh penggunanya.

Oleh karena itu, sebaiknya ketahui terlebih dahulu efek samping dari Ivermectin dan konsultaskan pada dokter terlebih dahulu. Adapun efek samping paling umum dari penggunaan obat ivermectin yakni:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Sakit kepala ringan
  • Pusing
  • Muncul ruam kemerahan di kulit
  • Biduran
  • Sakit perut
  • Badan terasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Pembengkakan tangan, pergelangan kaki, atau kaki
  • Reaksi alergi yang cukup parah, biasanya ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, bengkak pada wajah atau lidah, mata terasa terbakar, sakit kulit, diikuti kemerahan atau keunguan ruam kulit yang menyebar (khususnya di wajah dan tubuh bagian atas) dan menyebabkan melepuh serta terkelupas

Efek samping di atas tergolong ringan dan bisa hilang seiring dengan berjalannya waktu. Namun, jika dirasa belum hilang juga, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Beberapa efek samping serius obat ivermectin adalah:

  • Pandangan buram atau mengalami masalah serius dengan penglihatan Anda
  • Jantung berdebar kencang
  • Masalah kandung kemih atau usus
  • Mata memerah, bengkak, atau nyeri
  • Reaksi alergi yang cukup parah, biasanya ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, bengkak pada wajah atau lidah, mata terasa terbakar, sakit kulit, diikuti kemerahan atau keunguan ruam kulit yang menyebar (khususnya di wajah dan tubuh bagian atas) dan menyebabkan melepuh serta terkelupas
  • Kejang
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan
Baca Juga :  Harmoko, Mantan Menteri Penerangan Asal Nganjuk Tutup Usia

Apa Saja Yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakannya?

Ivermectin termasuk obat yang tidak bisa diminum sembarangan dan tidak boleh diminum secara asal. Selain dapat meningkatkan risiko efek samping, penggunaan yang tidak sesuai anjuran juga dapat menurunkan efektivitas obat. Maka dari itu, beberapa hal yang perlu diketahui sebelum minum ivermectin, antara lain:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika jika memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama ivermectin atau obat antiparasit lainnya
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila belakangan ini jika sedang rutin minum obat-obatan. Baik itu obat resep, nonresep, hingga obat-obatan yang terbuat dari bahan alami dan herbal.
  • Beri tahu dokter bila tengah mengonsumsi obat-obatan antikecemasan, antidepresan, obat kejang, obat tidur, atau obat penenang. Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat atau mengawasi dengan hati-hati untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.
  • Beri tahu dokter jika sedang atau pernah sakit meningitis dan trypanosomiasis.
  • Beri tahu dokter jika memiliki sistem imun yang lemah karena penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS.
  • Beri tahu dokter jika sedang hamil, akan berencana hamil, atau menyusui.
  • Obat ini memiliki efek samping yang bisa menyebabkan pusing dan sakit kepala ringan. Untuk itu, hindari berkendara atau mengoperasikan mesin tertentu yang membutuhkan kewaspadaan tinggi sampai efek obat benar-benar hilang.
  • Sebaiknya, hindari pula berdiri terlalu cepat dari posisi berbaring atau duduk. Jangan lupaa, beri tahu dokter bila memiliki riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, asma, stroke dan lain sebagainya.
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, asma, stroke, dan lain sebagainya.
  • Beri tahu dokter bila Anda mengalami kerusakan hati dan ginjal.

 

 

Penulis : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait