Semangat Guru SLB Mengajar Di Masa Pandemi, dari Aplikasi Hingga On Visit | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Semangat Guru SLB Mengajar Di Masa Pandemi, dari Aplikasi Hingga On Visit
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Semangat Guru SLB Mengajar Di Masa Pandemi, dari Aplikasi Hingga On Visit

SATUKANAL.com, KEDIRI – Metode pembelajaran melalui internet (daring), membuat para guru harus menyampaikan materi pelajaran kepada siswa disabilitas melalui tekhnologi. Hal tersebut menjadi kewajiban untuk sistem pendidikan, dampak dari pandemi Covid-19.

Fadhilah, begitu panggilan akrabnya. Setiap hari harus menerapkan metode daring khusus untuk menyampaikan materi-materi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Berbagai kendala proses mengajar daring, tak jarang harus melibatkan wali murid atau orang tua.

“Kita mulai libur kan bulan Maret, April, Mei dan Juni bersamaan dengan persiapan kenaikan kelas. Saat itu masih masa beradaptasi. Karena pandemi kita berkordinasi melalui grup wa,” kata Wakil Kepala Kesiswaan SLB Ngasem, Nur Fadhilah, kepada Satukanal.com, Kamis (29/10/2020).

Di setiap cara mengajar, ia mengirimkan soal dan bahan ajar dalam bentuk foto ke wali murid melalui aplikasi handphone Whatsapp. Selanjutnya disalin, ke buku tulis para siswa.

Waktu daring ditetapkan selama satu setengah jam, dimulai pukul 09.00 pagi, hingga 10.30 siang, pada hari Senin sampai Kamis. Selanjutnya hari Jumat digunakan untuk evaluasi para guru.

Baca Juga :  Gelar Lomba Inovasi TTG, DPMPD Tampung Kreatifitas Tekhnologi Masyarakat di Kabupaten Kediri

“Kalau hari biasa kelas kecil jam 07.30 sampai 10.30. Kalau kelas SMP sampai jam 12.00. Tetapi sekarang ya itu, namanya anak selalu engga siap dijam yang ditentukan,” tuturnya.

Dalam lembaga SLB Ngasem tersebut ada Tiga jenjang usia yakni SD, SMP, dan SMA. Serta 5 hambatan disabilitas Tuna Grahita, Tuna Daksa, Tuna Wicara, Tuna Rungu, dan Autis.

Sehingga pada masing-masing hambatan yang dialami mempunyai kemampuan yang berbeda. Misalkan, Tuna Netra langsung mendengar menggunakan audio maupun videocall whatsapp. Untuk pelajaran yang lain seperti huruf bryle, para guru dapat langsung kontak dengan murid dan tetap didampingi wali murid.

Menurutnya, selain ketersediaan android dalam metode daring ini sangat berpengaruh adalah sinyal. Tak jarang wali murid datang ke sekolahan untuk mengambil tugas dari para siswa.

Baca Juga :  Tawarkan Peningkatan Kesejahteraan Pondok Pesantren, Para Kyai Kampung Siap Dukung Dhito-Dewi

“Karena kita masih daring, tetap berusaha dengan hambatan yang ada. Ada yang tidak punya android, ya sudah kita datang kerumahnya (on visit),” lanjutnya.

Para guru mengkhawatirkan hasil pembelajaran para siswa dalam daring ini. Hasilnya nanti pasti beda dengan cara belajar bertatap muka. Biasanya para guru bertemu langsung dan tau permasalahannya masing-masing.

“Sebelum pandemi, penyampaian ke anak langsung. Sehingga hasilnya bisa kita lihat dan evaluasi secara langsung,” ucapnya.

Fadhilah, juga menyampaikan respon belajar siswa dimasa pandemi. Mereka sangat antusias ke sekolah untuk belajar. Hanya saja pihak sekolah selalu mentaati ketetapan pemerintah.

“Sangat terimakasih untuk kebijakan pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan yang ada. Harapan saya lebih disosialisasikan lagi ke khalayak umum untuk tidak memandang sebelah mata ke anak berkebutuhan khusus,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait